9 April 2019
redaksi pelita 8 (3311 articles)

Kementerian Parawisata, Gelar Bimtek Pengembangan Wisata Religi dan Budaya di Kota Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Kementerian Parawisata Republik Indonesia melalui Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang menggelar bimbingan teknis pengembangan wisata religi dan budaya di Kota Lhokseumawe, Selasa (9/4/2019).

Poltekpar Palembang merupakan kampus negeri di bawah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI memiliki kewajiban Tri Dharma, yakni pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan bimtek merupakan satu di antaranya.

Materi bimtek tersebut diisi Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap, anggota DPR RI, Anwar Idris, Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi dan Seni Budaya Kemenpar RI, Punto Wijayanto dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Lhokseumawe, Zulkifli.

Bimtek pengembangan wisata religi dan budaya itu melibatkan sejumlah komunitas peduli wisata, di antaranya praktisi keparawisataan, mahasiwa, Dinas Parawisata Kota Lhokseumawe, akademisi, duta wisata, dan pihak terkait lainnya.

Direktur Poltekpar Palembang Zulkifli Harahap mengatakan, bimbingan teknis itu diberikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di Kota Lhokseumawe mengenai pengembangan sebuah destinasi, bahwa pengembangan itu harus memiliki tiga elemen dasar.

Untuk itu, pihaknya dari Kemenpar melalui Poltekpar Palembang bertugas untuk memberikan pemahaman terhadap sebuah destinasi, di mana destinasinya dibangun dari tiga hal mendasar, yakni aspek atraksi, aspek aksesibilitas, dan aspek amenitas.

“Ketiga hal itulah yang dibahas dalam bimtek tersebut. Bagaimana aksesibilitas menuju Kota Lhokseumawe baik itu melalui jalur darat, laut dan udara. Ternyata setelah didiskusikan berkenaan itu bahwa untuk menuju kota ini (Lhokseumawe) masih bisa dicapai melalui darat dan udara, belum ada via laut,” kata Zulkifli Harahap kepada para Jurnalis usai bimtek pengembangan wisata religi dan budaya tersebut.

Direncanakan di dalam menyusun sebuah paket wisata yakni, potensi wisata di Kota Lhokseumawe cukup besar, ada beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi di kota ini dan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

“Tinggal sekarang pemerintah daerah fokus di dalam pengembangan parawisatanya, apakah objek wisata itu akan dijadikan penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kota Lhokseumawe atau bukan. Ini perlu komitmen bersama-sama baik itu dari pihak DPRK, akademisi, birokrasi, praktisi parawisata, media, semuanya harus bersatu padu, sehingga jelas PAD yang dihasilkan itu bersumber dari hasil parawisata tersebut,” pungkas Zulkifli. (*)

Comments

comments

makan jeruk