7 September 2017
redaksi pelita 8 (2059 articles)

KEK Arun Lhokseumawe Bakal Jadi Pusat Pertumbuhan Aceh

Anggota DPR asal Aceh Nasir Djamil saat jadi Keynote Speaker pada Seminar Nasional KEK Arun di Gedung Akademik Cunda Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Kamis (7/9/2017). Pelita8/Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe akan menjadi pusat ekonomi Aceh sehingga mampu mendongkrak perekonomian di kawasan ujung barat Indonesia. Banyak pertumbuhan ekonomi apabila KEK Arun dapat berlangsung sebagaimana mestinya. Pengelola kawasan harus mengoptimalkan potensi yang ada, baik investor maupun pengembangan kawasan terhadap apa yang akan dikembangkan dan jenis usaha apa.

Anggota konsorsium duduk membahas apa yang akan dilakukan. Intinya, yang tahu tentang optimalisasi asset yang ada dikawasan KEK ini adalah pengelola kawasan. Pernyataan itu disampaikan Senior Advisor Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Abied Muslim dalam ‘Seminar Nasional KEK Arun’ di Gedung Akademik Cunda Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Kamis (7/9).

Mengenai penyerapan tenaga kerja apabila terlaksana dengan baik akan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dari berbagai sektor pekerjaan yang ada. Kawasan KEK Arun ini ditargetkan mampu menampung sekitar 40 ribu tenaga kerja, tetapi kemungkinan besar dapat lebih dari itu apabila berfungsi dengan baik.

Dia menjelaskan, Pemerintah Pusat mendukung peningkatan ekonomi Aceh dengan formulasi KEK Arun Lhokseumawe. “Sekarang ini, soliditas tiga pemerintah daerah yaitu Pemerintah Aceh, Kota Lhokseumawe, dan Kabupaten Aceh Utara, harus terus bersinergi, agar KEK Ini bisa segera beroperasi,” kata Abied.

Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Achmad Fadhiel saat jadi Keynote Speaker pada Seminar Nasional KEK Arun di Gedung Akademik Cunda Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Kamis (7/9/2017). Pelita8/Rahmat Mirza

Seminar tersebut turut diikuti 500 peserta dari kalangan SKPK pemerintah Aceh Utara dan Lhokseumawe, dosen akademisi, Mahasiswa, Universitas Malikussaleh, IAIN Lhokseumawe, Akkes Pemda Aceh Utara dan Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Sedangkan yang menjadi pemateri seminar yaitu Eno Suharto Pranoto, M. Nasir Djamil, Bambang Eka C, Prof. Dr. Irwan Abdullah, Dr. Amrizal J. Prang, Muchsin, Achmad Fadhel, Elia Massa Manik, Drs. Azhari Hasan, Drs. Husman Hamid, dan Ichsan, ST. M.PPM. Ph.D.

Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Achmad Fadhiel saat jadi Keynote Speaker pada Seminar Nasional KEK Arun di Gedung Akademik Cunda Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Kamis (7/9/2017). Pelita8/Rahmat Mirza

Presiden Joko Widodo menetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun di Lhokseumawe dan kawasan Dewantara serta Jamuan di Kabupaten Aceh Utara ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui PP Nomor 5 Tahun 2017.

KEK Arun Lhokseumawe sebagaimana dimaksud Jokowi, memiliki luas 2.622,48 hektare (ha), yang terletak dalam Kawasan Kilang Arun Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh seluas 1.840,8 ha. Lalu KEK juga berlaku di Kawasan Dewantara seluas 582,08 ha, dan Kawasan Jamuan seluas 199,6 ha.

KEK di Arun Lhokseumawe terdiri atas Zona Pengolahan Ekspor, Zona Logistik, Zona Industri, Zona Energi, dan Zona Pariwisata. Terkait hal tersebut Anggota DPR asal Aceh Nasir Djamil juga mengingatkan agar jangan sampai KEK Arun kemudian dikelola oleh orang-orang di luar Aceh, namun ia tidak menampik bakal adanya keterlibatan asing di KEK Arun. “Jangan sampai semut yang datang bukan dari Aceh tapi dari luar yang menikmati gulanya, kampus dan perguruan tinggi yang berlabel Islam harus ikut memikirkan dan masyarakat harus mengawal ini,” ulas Nasir Djamil.

Ia juga mengatakan, bahwa Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun didukung penuh oleh DPR. Adanya KEK Arun ini jangan sampai menjadi impian yang menggantung. Sebaliknya, KEK Arun harus direalisasikan untuk menjawab keadilan dalam hal ekonomi bagi masyarakat Aceh, kata Anggota DPR asal Aceh dan juga sebagai Anggota Tim pemantau pelaksanaan pemerintahan Aceh dan otonomi khusus Papua DPR, Nasir Djamil.

Anggota DPR asal Aceh dan juga sebagai Anggota Tim pemantau pelaksanaan pemerintahan Aceh dan otonomi khusus Papua DPR, Nasir Djamil saat jadi Keynote Speaker pada Seminar Nasional KEK Arun di Gedung Akademik Cunda Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Kamis (7/9/2017). Pelita8/Rahmat Mirza

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional KEK Arun Yulius Darma mengatakan, seminar itu digelar dalam rangkaian Dies Natalis Unimal ke-16. Tujuan seminar adalah memberikan pencerahan dan pengetahuan mengenai KEK Arun serta mendorong partisipsi semua pihak untuk bersama-sama membawa perubahan ekonomi Aceh kedepan.

Selain itu, mengingatkan era industri tahun 1980-an di Aceh Utara seperti PT Arun, PT Aceh Asean Fertilzer (AAF), dan PT Kertas Kraf Aceh (KKA), yang telah gulung tikar diharapkan tergantikan dengan kehadiran KEK Arun Lhokseumawe.

Pembicara pada seminar tentang KEK Arun selain dari Dewan KEK Nasional juga diisi oleh Rektor Unimal, Bappeda Provinsi Aceh, Pelindo, PT Pupuk Iskandar Muda dan Pertamina, akademisi dan dari DPR-RI. Sedangkan pesertanya dari kalangan pelaku usaha, mahasiswa dan instansi pemerintah, kata Yulius Darma.

Penulis : Rahmat Mirza
Editor  : Zielva

Comments

comments