9 November 2017
redaksi pelita 8 (2313 articles)

Honor Guru Kontrak SMA/SMK Sudah Dibayar

Kadisdik Aceh, Drs Laisani.

* Untuk 6 Bulan yang Sebelumnya Sempat Macet

BANDA ACEH – Honor guru kontrak SMA/SMK se-Aceh 2017 yang sebelumnya sempat macet pembayaran karena kekurangan dana, kini atau hingga November 2017 sudah dibayar enam bulan terhitung Januari-Juni (dua triwulan).

Pembayaran hingga enam bulan untuk 6.305 guru itu sudah bisa dilakukan karena kekurangan dana sebelumnya telah ditutupi APBA Perubahan 2017. Dana itu bagian dari APBA Perubahan yang diplot untuk 6.472 guru kontrak dan 2.153 tenaga kependidikan SMA/SMK se-Aceh Rp 31 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Laisani MPd menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi di Banda Aceh, Rabu (8/11). “Untuk pembayaran triwulan ketiga, Juli, Agustus, dan September, kami sedang menunggu kiriman berkas dari masing-masing kepala sekolah,” kata Laisani.

Laisani mengatakan berkas dimaksudnya itu antara lain SK Pembagian Tugas Jam Mengajar dari kepala sekolah dan surat pernyataan dari kepala sekolah bahwa guru bersangkutan benar masih aktif mengajar di sekolah tersebut.

Didampingi Kasie Pendataan Guru, Radian, Laisani menyebutkan awalnya guru kontrak dan tenaga kependidikan SMA/SMK di 23 kabupaten/kota se-Aceh 11.466 orang. Namun, dalam perjalanannya berkurang menjadi 8.601 orang dan 2.148 orang di antaranya adalah tenaga kependidikan, yaitu penjaga sekolah, petugas administrasi, penjaga perpustakaan dan lain-lain.

“Pengurangan jumlah guru kontrak dan tenaga kependidikan itu karena banyak faktor. Antara lain, ada yang telah lulus PNS. Faktor lain, ada yang tidak mengajar lagi karena sudah ada pekerjaan lain, ada juga karena ikut suami atau mengajar tempat lain,” sebut Laisani.

Laisani menambahkam mulai tahun depan, para guru kontrak yang mengajar di 677 SMA/SMK yang tersebar di 23 kabupaten/kota se-Aceh akan tes kelayakan mengajar kembali. Hal ini sesuai program unggulan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yaitu “Aceh Carong atau Aceh Pintar”.

Gubernur, kata Laisani, menginginkan guru-guru kontrak yang dibayar honornya itu harus berkualitas, apalagi kuota jam mengajar mereka sudah ditambah yang enam bulan sebelumnya sebanyak 32 jam per bulan, untuk semester kedua ini menjadi 45 jam/bulan/guru kontrak. Masing-masing Rp 15 ribu/jam.

Kadisdik Aceh, Laisani juga mengatakan honor itu tak hanya dibayar kepada guru SMA/SMK negeri, tetapi juga untuk guru SMA/SMK swasta di Aceh. Namun, menurutnya ada 20 SMA/SMK swasta belum menyerahkan berkas usulan pengamprahan untuk pembayaran honor guru kontrak. “Kita harapkan ke-20 sekolah tersebut bisa secepatnya mengirimkan data dan persyaratan untuk pembayaran honor guru kontrak non-PNS di sekolah masing-masing,” sebut Laisani. (*)

Sumber : Serambi Indonesia

Comments

comments