12 Juli 2017
redaksi pelita 8 (2059 articles)

Gubernur Aceh Lantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf membacakan sumpah jabatan Bupati/Wakil Bupati Aceh Utara terpilih periode 2017-2022 Muhammad Thaib (kedua kiri) dan Fauzi Yusuf (kiri) saat rapat paripurna istimewa DPRK Aceh Utara di Lhokseumawe, Aceh, Rabu (12/7/2017). Pelita8/Rahmat Mirza

ACEH UTARA- Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, mengambil sumpah dan melantik H. Muhammad Thaib dan Fauzi Yusuf, sebagai Bupati/Wakil Bupati Aceh Utara, periode 2017-2022.

Pelantikan itu berlangsung di gedung DPRK Aceh Utara, dalam rapat paripurna istimewa, Rabu 12 Juli 2017 siang.

Prosesi pelantikan tersebut turut dihadiri Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar, mantan Wakil Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, mantan Wakil Bupati Aceh Utara Muhammad Jamil, para ulama kharismatik Aceh Abu Tumin, Abu Paloh Gadeng, Abu Paya Pasi. Hadir pula sejumlah anggota DPR Aceh, Kepala SKPA, Muspida Aceh Utara, serta ribuan para tamu undangan lainnya.

Sebelum memasuki ke dalam ruang rapat paripurna istimewa, tamu undangan turut diperiksa  mulai di pintu gerbang hingga pintu masuk gedung DPRK Aceh Utara, pelantikan itu mendapatkan pengawalan ketat oleh pihak kepolisian Polres Aceh Utara dan Lhokseumawe, sehingga serangkaian kegiatan itu berjalan dengan hikmat dan lancar.

Usai melantik Bupati/Wakil Bupati Aceh Utara, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyampaikan, sebelum hari H pelaksanaan Pilkada 2017 berlangsung, banyak prediksi dan isu yang ditebar. Ada yang bernada optimistis, namun tak sedikit pula yang meragukan bahwa pelaksanaan pilkada ini akan berjalan mulus.

“Salah satunya adalah saat menyebut Aceh Utara, di mana daerah ini dianggap rawan. Namun, berkat pertolongan Allah SWT dan kerja keras kita semua untuk menjadikan Aceh sebagai daerah yang aman dan kondusif, seluruh tantangan ini dapat kita lampaui dengan baik,” kata Irwandi Yusuf, dalam pidatonya usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara.

Menurut Irwandi, pelaksanaan pemilu ini adalah cermin keinginan seluruh masyarakat Aceh untuk hidup aman dan damai, tanpa rasa takut dan intimidasi. Bebas menentukan pilihan politik dan berekspresi, tentu dalam koridor Syariat Islam yang berlaku di negeri Serambi Mekah ini.

Penulis: Zielva

Comments

comments