Ist. Acehterkini

Fakta Sidang Korupsi RTLH Bener Meriah, MaTA: Jaksa Harus Tindaklanjuti Semua

Ist

LHOKSEUMAWE– Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Kejaksaan Negeri Bener Meriah menindaklanjuti setiap fakta persidangan perkara dugaan korupsi dana Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2013 yang saat ini sedang bergulir di Pengadilan  Tipikor Banda Aceh.

Mereka meminta majelis harus mengeluarkan rekomendasi untuk setiap perkembangan yang sudah menjadi fakta persidangan ke jaksa untuk ditindaklanjuti, termasuk dalam perkara yang diduga melibatkan para oknum pejabat dan aparat penegak hukum.

“Hanya saja kami sangat sayangkan, dari hasil amatan  selama ini sembilan rekomendasi yang sudah dikeluarkan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor hanya satu yang ditindaklanjuti oleh jaksa. Padahal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang ikut menikmati aliran dana hasil korupsi ikut terjerat,” kata Baihaqi, Koordinator Bidang Hukum dan Politik MaTA  dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (8/72017).

Kata Baihaqi, majelis hakim juga bisa melakukan audit kerugian negara, sebab berdasarkan pengakuan Juanda, salah seorang terdakwa kepada media massa,  hasil audit  pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh yang disodorkan ke persidangan  dengan  data pemeriksaan tim ahli dari Universitas Malikussaleh bertolak belakang alias berbeda.

“Hakim bisa melakukan audit sendiri, bila ragu dengan hasil hitung dari BPKP maupun dari tim ahli Unimal,” sebutnya.

“Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang butuh perhatian semua pihak, termasuk masyarakat harus ikut mengawasi, sehingga tidak ada celah bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melepaskan para pelaku, tersangka maupun terdakwa,” sebut Baihaqi.

(Aris)