18 November 2018
redaksi pelita 8 (2926 articles)

Empat Rumah Warga Hancur diterjang Luapan Banjir di Aceh Utara

Kondisi salah satu rumah yang hancur milik Juwairiah (51) warga Desa Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, akibat diterjang luapan air tanggul Krueng Pase yang jebol di Aceh Utara, Minggu (18/11/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Banjir melanda enam kecamatan di Aceh Utara pada Sabtu (17/11/2018). Banjir terparah terjadi di Desa Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron dan di Desa Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Kedua desa itu sempat lumpuh karena tanggul pengaman rumah-rumah warga dari aliran sungai jebol. Bahkan, empat rumah warga hancur diterjang luapan air akibat tanggul  Krueng Pase yang jebol.

Salah satu rumah yang hancur milik Juwairiah (51) warga Desa Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron. Rumah Juwairiah yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari tanggul.

Juwairiah menjelaskan, saat tanggul jebol ia bersama anak dan menantunya sedang berada di rumah. Tiba air mulai menghantam kediaman miliknya yang berkontruksi kayu itu, ia hanya mampu lari menyelamatkan diri dan beberapa barang.

“Cuma padi, pakaian, sama surat-surat saja yang bisa kami selamatkan. Barang-barang lain bersama rumah saya hanyut dibawa air dalam hitungan menit,” ujar Juwairiah saat ditemui awak media, Minggu (18/11).

Menurut cerita Juwairiah, air sungai mulai meluap sekitar pukul 06.00 WIB. Saat berada di dalam rumah, sekitar pukul 09.00 WIB, tiba-tiba ada suara gemuruh datang dari arah sungai.

Saat ini tinggal ditenda pengungsian yang dibangun oleh warga. Sekarang sudah tidak ada apa-apa lagi, sebut Juwairiah yang sudah 20 tahun hidup menjanda.

“Saya berharap pemerintah bisa membantu membangun rumah kami yang rusak total. Sehingga kami dapat tempat berteduh lagi untuk menyambung hidup,” ungkap Juwairiah.

Pemilik rumah saat melihat kondisi rumah yang hancur akibat diterjang luapan banjir tanggul Krueng Pase yang jebol di Desa Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Minggu (18/11/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

Geuchik Gampong Kumbang, Zulkarnaini mengatakan, sebanyak 214 Kepala Keluarga (KK) korban banjir saat ini mengungsi di tenda darurat dibangun di gampong tersebut. Dalam musibah itu, kata dia, tidak ada korban jiwa. Namun, sejumlah warga kehilangan harta bendanya.

“Kita sudah mendata rumah-rumah warga yang rusak parah akibat diterjang arus sungai. Sampai saat ini kita juga terus berkoordinasi dengan pihak dinas terkait,” ujar Zulkarnaini.

Zulkarnaini menyebutkan, tiga rumah warga hilang terbawa banjir yaitu milik Juwariah (51), Muridi (55) dan Asri Daud (50). Sedangkan rumah milik M. Hasan Adam (50), sebagian rusak dan terseret banjir.

Banjir di enam kecamatan di Aceh Utara tersebut sudah mulai surut. Sejumlah warga mulai nampak membersihkan rumahnya masing-masing. []

Penulis : Rahmat Mirza
Editor  : Zielva

Comments

comments