DPW PSI Aceh: Soal permohonan Suntik Mati Berlin, Pemerintah Aceh jangan diam

BANDA ACEH – Permohonan eutansia atau tindakan mengakhiri hidup seseorang yang sakit parah dengan kematian melalui suntikan ke Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Rabu (03/05/2017) oleh Berlin Silalahi (46) sangatlah miris dan memprihatinkan.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh, menyerukan kepada Penerintah Aceh, melalui dinas terkait untuk segera menangani maslaah ini dengan cepat dan tidak boleh mendiamkan kasus tersebut.

“Jelas, kasus ini bentuk dari keputus asaan korban atas ketidakhadiran Negara terhadap warganya, disini diwakili oleh Pemerintah Aceh yang harusnya merespon penderitaan korban” ungkap Yuli Zuardi Rais, Sekjend DPW PSI Aceh (5/5/2017).

Sebagaimana diketahui, Berlin yang kini menderita sakit koronis juga korban bencana gempa dan tsunami Aceh yang terjadi tahun 2004 lalu. Pasca-bencana hingga saat ini, beliau belum mendapat bantuan rumah dari pemerintah maupun dari lembaga non pemerintah.

Merasa putus asa dengan penyakit kronis yang dideritanya yang juga tak kunjung sembuh, ditambah lagi kondisi hidup Berlin yang kini tidak lagi memiliki rumah tempat tinggal, maka ia mengajukan permohonan eutansia ke PN Banda Aceh.

“Kebijaksanaan pemerintah diperlukan dalam menjawab berbagai kesulitan masyarakat. Kita tidak ingin hal ini jadi preseden buruk dan semakin banyak masyarakat yang menempuh cara-cara tak lazim untuk mencari solusi dari masalah yang mereka hadapi” sebut Yuli. Perbaikan layanan kesehatan harus dilakukan secara sitematis dan terus menerus, karena memperoleh layanan kesehatan yang layak itu merupakan hak dasar bagi semua orang, terutama masyarakat yang kurang mampu sebagaimana amanah Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.

(Rilis)