Di Akhir Masa pengabdian, Mahasiswa Unimal Buat Tempat Cuci Tangan Dan Pasang Pamflate Cegah Covid Di Tempat Wisata

LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh Aceh Utara kelompok 133, membuat 3 unit tempat cuci tangan untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada era new normal di desa Raya, Kecamatan Peusangan,Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh.

Kordinator kelompok Tiara Rizky mengatakan, kegiatan pembuatan tempat cuci tangan ini merupakan program kerja mahasiswa KKN Unimal Aceh Utara kepada masyarakat dalam rangka membantu pemerintah daerah untuk mencegah wabah Covid-19 yang melanda negeri ini khususnya Aceh.

Menurut  Tiara, kelompok KKN 133 Covid-19 meletakkan ketiga tempat cuci tangan tersebut di tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Diantaranya Mesjid adalah salah satu tempat ibadah yang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk beribadah, sedangkan meunasah tempat masyarakat melakukan musyawarah dan melakukan kegiatan keagamaan dan kantor desa merupakan pelayanan administrasi desa, Sabtu (21/11/2020).

“Ini merupakan salah satu pengabdian masyarakat sesuai dengan tridharma perguruan tinggi dan ini program akhir mahasiswa KKN. Kita harapkan ini dapat bermanfaat dan digunakan oleh masyarakat untuk mencegah Covid-19,” kata Tiara.

Sementara itu kelompok mahasiswa KKN 256, melakukan sosialisasi protokol  kesehatan bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Bireun dipantai Ujong Seuke yang sedang ramai dikunjungi oleh warga Bireun.

Selain melakukan sosialisasi dan membagikan masker, mahasiswa juga memasang pamflet himbauan penerapan hukum protokol kesehatan sesuai dengan peraturan Bupati Bireun Nomor 35 Tahun 2020 tentang memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari keramaian.

Ketua kelompok Rafli mengatakan, pamphlet himbauan penerapan protokol kesehatan ini sangatlah penting untuk pengetahuan masyarakat terutama pengunjung pantai Ujong Seuke, Kecamatan Peudada.

“Selain Sosialisasi Protokol Kesehatan, Kita juga membantu Satpol PP-WH untuk memasang pamphlet himbauan Qanun Aceh Nomor II Tahun 2002 tentang pelaksanaan ibadah,aqidah dan syiar Islam.” Kata Rafli.

(khaidir)