Sumber gambar : Serambi Indonesia

Dewan Aceh Utara ; KEK Harus Mengutamakan Tenaga Kerja Lokal

Sumber gambar : Serambi Indonesia

ACEH UTARA – Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe pada 17 Februari 2017 lalu, penantatangan ini dilakukan atas pertimbangan dua kawasan tersebut dinilai strategis untuk pengembangan ekonomi nasional.

Rencananya KEK yang akan dikembangkan seluas 2.622,48 hektar (ha) terdiri dari Kawasan Kilang Arun Kota Lhokseumawe  1.840,8 ha sisanya di Kabupaten Aceh Utara dengan rincian kecamatan Dewantara  seluas 582,08 ha dan Kawasan Jamuan seluas 199,6 ha.

Atas dasar pertimbangan tersebut, pada 17 Februari 2017, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe.

Ada lima zona yang menjadi fokus pengembangan yaitu Zona Pengolahan Ekspor, Zona Logistik, Zona Industri, Zona Energi dan  Zona Pariwisata. diperkirakan keberadaan KEk akan mampu menampung lebi 40.000 tenaga kerja.

Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, H. Saifuddin, SH mengatakan DPRK Aceh Utara menyambut baik rencana ini dan menyatakan siap menghadapi KEK Arun Lhokseumawe dari berbagai kelebihan dan kekurangan namun  dia meminta perusahan industri yang termasuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe untuk mengutamakan tenaga kerja  lokal dari pada tenaga dari luar daerah .

“Kita berharap dalam rekruitmen tenaga kerja lebih mengutamakan pekerja lokal, jangan sampai sejarah lama terulang lagi, lebih banyak tenaga kerja luar daerah yang bekerja dikawasan ini, jangan sampai buya krueng teudong-dong buya tamong meraseuki,” – *H.Saifuddin, Wakil DPRK Aceh Utara

Saifuddin menambahkan jangan sampai nantinya putra daerah jadi penonton seperti di ibaratkan buya krueng teu dong-dong, buya tameung meuraseuki.

Politisi NasDem juga mengajak pemerintah bekerja sama dengan kampus untuk menciptakan tenaga kerja profesional sehingga dapat bersaing jika sudah dibuka peluang kerja nantinya.

menyambut KEK ini bidang pendidikan harus prioritas utama yang harus diperhatikan pemerintah Aceh Utara, komisi yang menangani pendidikan di DPRK Aceh Utara akan memberi dukungan penuh.

Maka itu, peran kampus sangat penting dalam kesiapan menghadapi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Sehingga tidak ada alasan lagi tidak merektruk tenaga kerja lokal.

Seperti kita ketahui KEK Arun Lhokseumawe akan membutuhkan puluhan ribu tenaga kerja nantinya. Jadi, adanya KEK Aron Lhokseumawe dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran di Aceh.

Oleh sebab itu, Kami sangat mengharapkan KEK yang tengah dalam proses dapat segera terwujud dan segera terlaksana.

“Kami mengharap KEK segera terwujud dikarenakan program-program yang dikuncurkan sangat bagus sehingga dapat mendongkrat perekonomian masyarakat,” Pungkas Saifuddin.

Akademisi dari Universitas Malikussaleh T.Zulkarnein sepakat dengan kalangan dewan Aceh Utara agar pihak kampus dilibatkan, pemerintah juga diharapkan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja luar daerah yang mungkin tidak akan bisa dibendung.

ia menyarankan agar pemerintah melakukan pelatihan-pelatihan khusus yang relevan dengan zona yang akan dikembangkan dalam KEK.

T.Zulkarnein, SE,MM,  Akademisi dari Universitas Malikussaleh Lhokseumawe

dalam proses ini pemerintah selayaknya menggandeng pihak kampus sehingga kualitas SDM lokal bisa ditingkatkan dan mampu bersaing dengan tenaga kerja luar.

Tidak hanya itu menurut Zulkarnein, pemerintah juga harus mampu melihat potensi lain yang mungkin dimanfaatkan dari multiplier efek hadirnya KEK di Aceh Utara dan Lhokseumawe, misalnya kemungkinan-kemungkin untuk mengembangkan usaha rakyat baik dibidang pertanian, perkebunan, kuliner, industri rumahan dan sebagainya, sehingga perekonomian masyarakat akan meningkat secara positif.  ****