24 Oktober 2018
redaksi pelita 8 (3378 articles)

Deklarasi Pemilu Damai di Nisam

Deklarasi Pemilu Damai di Nisam

Aceh Utara – Muspika dan PPK, Panwascam Kecamatan Nisam melaksanakan giat deklarasi pemilu damai 2019.

Deklarasi ini dihadiri 21 calon anggota legislatif (caleg) tingkat kabupaten dan provinsi di Gedung Aula Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Rabu (24/10).

Muhammad Usman komisioner KIP Aceh Utara menyampaikan, deklarasi pemilu damai ini merupakan perjanjian dari semua caleg dan pimpinan parpol, serta untuk menyambung silaturahmi antar partai politik dan peserta pemilu yang ada di wilayah kecamatan Nisam.

“Ada beberapa peraturan yang di tetapkan dalam menerapkan Alat peraga kampanye salah satunya yakni, satu desa minimal 5 baliho dan 10 spanduk dalam 1 partai politik. Dan masa kampanye sampai tanggal 13 April 2019, ini merupakan kampanye yang paling lama selama pemilu,” kata Muhammad Usman.

Tambahnya, ini penting para pimpinan partai di tingkat kecamatan agar bisa berkordinasi dengan PPK, Panwascam, Danramil dan Kapolsek mengenai ketertiban dalam kampanye pemilu ini.Setiap kegiatan yang dilakukan harus menyurati kapolsek tembusan ke panwascam, ujarnya.

Komisioner Panwaslih Aceh Utara, Safwani menyampaikan, semua peserta pemilu mempunyai hak dan keadilan yang setara tidak ada perlakuan yang beda.

Pengawas pemilu juga melakukan kerja-kerja untuk menegakkan keadilan seperti yang sudah kita lakukan yaitu ada sengketa pemilu di kabupaten dan kemudian kita proses dan keputusan harus di berikan dengan rasa keadilan baik itu di terima maupun tidak.

Tambahnya, kampanye juga bisa dilakukan dengan beberapa metode yaitu dengan menyampaikan visi misi caleg yang dilakukan oleh peserta pemilu atau partisipan, pertemuan terbatas pertemuan tatap muka, menyebarkan bahan kampanye seperti stiker dan kaos, pemasangan alat peraga kampanye.

Deklarasi Pemilu Damai di Nisam

Dalam pertemuan terbatas atau rapat umumnantinya itu disampaikan dengam lansung, sopan dan mendidik menerapkan cara-cara yang beradap dan santun.

Jangan ada yang provokasi tapi tawarkan kepada masyarakat visi dan misi dan berilah pemahaman dan pendidikan agar masyarakat dapat menimbang dan memilih para wakil rakyat baik di lembaga legislatif maupun di kepresidenan.

Ia juga menyampaikan kerja pengawas adalah mengawasi hal-hal yang dilarang dalam melakukan kampanye dan upaya memberikan sosialisasi untuk mencegah karna mencegah lebih baik daripada penindakan, ini salah satu bentuk yang saya sampaikan untuk mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran.

Jika nanti ada pelanggaran akan diproses secara UU  pemilu, apakah nanti pelanggaran masuk ke pidana atau administrasi, pungkasnya.

Disamping itu turut hadir bapak camat nisam, kapolsek Nisam, Koramil Nisam, KIP Aceh utara dan PANWASLIH Aceh utara dan ketua partai dan calon legislatif di kecamatan nisam serta tokoh  masyarakat nisam. (Syahrul)