Pemandangan Pantai desa Cempa kecamatan Senayang Kab.Lingga Kepulauan Riau - Foto : A.Fatan

Cempa Yang Elok, Menanti Sentuhan

Pemandangan Pantai desa Cempa kecamatan Senayang Kab.Lingga Kepulauan Riau - Foto : A.Fatan
Pemandangan Pantai desa Cempa kecamatan Senayang Kab.Lingga Kepulauan Riau – Foto : A.Fatan

KEPULAUAN RIAU – Perpaduan biru laut dan hijau dedaunan, ditambah pasir putih yang lembut memaksa 15 pasang mata  mahasiswa peserta KKN kebangsaan,  menyapu pemandangan seputar pantai Pulau Cempa Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga Kepulauan Riau, mereka baru pertama menginjakan kaki di pulau ini.

“luar biasa, eksotik dan alami” celetuk seorang mahasiswa yang terkesan dengan keindahan pulau Cempa.

Sejak 25 Juli 2016,  15 mahasiswa peserta KKN Kebangsaan dari 12 perguruan tinggi di berbagai propinsi melakukan pengabdian kepada masyarakat di pulau ini selama sebulan.

“Kami ingin Pemerintah Lingga dan Kepri melek terhadap Pulau Cempa yang indah,  Pulau dengan laut yang bersih dan pasir putih dan ditambah lagi dengan panorama bawah laut yang layak menjadi ekowisata baru,” kata Dosen pembimbing lapangan (DPL) Ahada Wahyusari.

Ekosistem di perairan Cempa yang masih “perawan” diyakini dapat menarik perhatian wisatawan domestik maupun manca negara. keindahan alam bawah lautnya tak kalah dengan objek wisata lainnya di Indonesia

“Kami menyelam, dan menikmati pemandangan bawah laut yang indah” ungkap Abdul mahasiswa  dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh.

Bebatuan di tepi pantai dan ranting pohon yang menyentuh pasir juga menjadi memberi kesan asri dan alami. Berdiri memandang ke arah laut akan memberi ketenangan dan rasa nyaman,  cahaya matahari yang menerpa riak  laut yang tenang, serta gunung kehijauan dalam gugusan pulau memantulkan dua warna yang memberi kesan damai, belum lagi udaranya yang segar mampu menghadirkan suasana tenang.

” Warga disini juga sangat ramah, kearifan lokalnya juga masih kental ” lanjut Abdul mahasiswa  Aceh yang baru pertama menginjakan kaki di pulau ini,  keelokan Cempa mengingatkan Abdul pada pulau Sabang daerah asalnya.

Namun sayang pulau ini kurang promosi dan sentuhan tangan pemerintah, padahal cuma butuh 1 jam dari Tanjung Pinang dengan menggunakan kapal cepat. Kondisi ini juga yang mendorong Universitas Maritim Raja Ali Haji untuk menugaskan mahasiswa peserta KKN kebangsaan ke pulau ini, tak berlebihan juga jika mahasiswa  mengusulkan agar pulau Cempa di jadikan ikon ekowisata baru di Indonesia.

Pemerintah perlu memberikan perhatian serius untuk mengembangkan kawasan ini, amatan mahasiswa selama melakukan pengabdian potensi wisata di kepuluan ini sangat besar.

”Berdasarkan hasil survei mahasiswa, Desa Cempa dapat dikembangkan sektor pariwisata bahari, terutama di Pulau Berjuala, yang dapat ditempuh selama 30 menit dengan menggunakan perahu pompong. Pulau itu memiliki pasir putih, pantai yang jernih dan ekosistem yang terpelihara dengan baik,” ujar Ahada.

Jika dikelola secara profesional, kawasan ini diyakini tidak hanya akan membari dampak perekonomian kepada warga setempat namun juga akan berkontribusi positif  kepada kepentingan nasional selayaknya Bali atau kawasan wisata lain di Indonesia.

Penulis : A.Fatan (Peserta KKN Kebangsaan dari Universitas Malikussaleh Lhokseumawe-Aceh)
Editor  : Zulfikar Syarif