17 November 2018
redaksi pelita 8 (2926 articles)

Bupati Aceh Utara Buka Bursa Inovasi Desa

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad membuka Bursa Inovasi Desa, di Kampus Politeknik Lhokseumawe, Sabtu (17/11/2018).

ACEH UTARA – Tim Inovasi Kabupaten Aceh Utara bekerja sama dengan Tim Pelaksana Inovasi Gampong (TPIG) se-Aceh Utara menggelar Bursa Inovasi Desa, di Auditorium Politeknik Negeri Lhokseumawe, Sabtu (17/11).

Kegiatan itu turut diikuti para aparatur gampong seperti tuha peut dan geuchik dari 852 gampong di Kabupaten Aceh Utara. Bursa Inovasi Desa tersebut sebagai “sumber inspirasi dan alternatif pilihan bagi desa dalam mengembangkan inovasi baru untuk pembangunan desa berbasis sumberdaya lokal serta sesuai dengan kebutuhan gampong”.

Bupati Cek Mad menyerahkan penghargaan bagi pengelolaan dana desa program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) tahun 2017-2018 kepada Geuchik Gampong Meunasah Rayek, Kecamatan Nisam, Tgk. Munirwan. Tidak hanya itu, Tgk. Munirwan juga menerima penghargaan sebagai geuchik terbaik pengelolaan dana desa 2018 bidang penguatan pembangunan dan masyarakat gampong.

Cek Mad mengatakan, pihaknya selalu mendorong para geuchik untuk mengembangkan desa berdasarkan potensi di masing-masing gampong supaya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di masa mendatang.

Ditanya untuk tingkat Kabupaten Aceh Utara sejauh ini apakah sudah ada inovasi terbaru untuk dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Cek Mad menyebutkan, pihaknya nanti melihat sektor apa yang akan dikembangkan. Artinya, kata dia, potensi daerah memang ada, tetapi selama ini belum terangkat ke tingkat nasional.

“Karena PAD itu tidak akan meningkat bila tidak ada investor. Kalau kita ingin meningkatkan tarif hidup masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan harus ada investasi. Begitu nantinya di tingkat gampong maupun kecamatan dapat melahirkan swasembada pangan maka akan terciptanya sebuah pabrik, jadi ada mikro dan makro,” kata Cek Mad kepada wartawan usai pembukaan Bursa Inovasi Desa tersebut.

Di sisi lain, Cek Mad mengingatkan para geuchik jangan sampai terjerat hukum terkait pengelolaan dana desa. “Artinya, harus mampu mengelola dana desa tepat sasaran dan transparan,” kata Bupati Aceh Utara itu.

Sementara itu, Koordinator Bidang Humas dan Publikasi Bursa Inovasi Desa Aceh Utara, Mulyadi, mengungkapkan, pihaknya berharap melalui inovasi desa tersebut para geuchik dapat memanfaatkan potensi desa masing-masing dengan bernilai produktif untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Geuchik merupakan pemimpin yang dapat melakukan perubahan di desa. Untuk itu, agar mereka benar-benar selektif apa yang bakal dilakukan untuk memajukan serta membangun desanya supaya lebih baik lagi.

“Kemajuan sebuah gampong itu tergantung bagaimana sistem pengelolaan dana desa melalui para geuchik tersebut, apabila bagus dalam pemanfaatannya tentu akan berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi produktif untuk masyarakat,” ujar Mulyadi.

Penulis : Zielva
Editor  : R Mirza

Comments

comments