9 Juni 2018
redaksi pelita 8 (2811 articles)

Bunta, Gajah Jinak di Aceh Diracun dan Gadingnya Hilang

Bunta, gajah jantan jinak dalam kenangan. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

ACEH TIMUR – Seekor gajah jinak bernama Bunta ditemukan mati tanpa salah satu gading. Bunta ditemukan mati di pusat konservasi alam atau Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi di Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur.

Kematian Bunta diduga karena diracun oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk diambil gadingnya. Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, mengatakan, Bunta ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Sabtu (9/6) pukul 08.00 WIB.

Saat itu, Saifuddin, salah satu anggota CRU berencana ingin memindahkan gajah. Namun setibanya lokasi, ia melihat Bunta sudah mati dan salah satu gadingnya hilang.

“Mengetahui kejadian tersebut mahot atau penjaga gajah yang bertugas di CRU langsung memberitahukan kejadian itu ke polsek untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” kata AKBP Wahyu saat dihubungi, Sabtu (9/6).

Dari hasil penyelidikan, petugas melihat gading diambil dengan cara membelah dan merusak pipi gajah tersebut. Polisi hingga saat ini masih memburu pelaku.

Seekor gajah jinak yang bertugas di Conservasi Respon Unit (CRU) Kabupaten Aceh Timur, Aceh, ditemukan mati dan tanpa salah satu satu gadingnya. Foto/Dok BKSDA

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menyesalkan pelaku yang tega membunuh gajah jinak di lokasi konservasi alam.

“Gajah yang justru membantu masyarakat mengatasi konflik kok tega-teganya dibunuh,” ujar Sapto.

Sapto menambahkan, setelah menemukan gajah tersebut mati, tim penyidik Polsek Serbajadi telah melakukan olah TKP. Tim dokter hewan dari BKSDA sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian guna melihat langsung kondisi gajah tersebut.

“Tim dokter hewan BKSDA baru tiba di Idi, Aceh Timur. (Nantinya) akan berkoordinasi dengan penyidik terkait langkah-langkah yang diperlukan, apakah nekropsi untuk mengetahui cause of death dan lain-lain,” pungkasnya.

Editor : Rahmat Mirza

Comments

comments