5 Agustus 2018
redaksi pelita 8 (2745 articles)

Buka PKA 7, Mendikbud Minta Maaf Presiden Tak Bisa Hadir ke Aceh

Menteri Pendidikan RI (Mendikbud), Dr Muhajir Effendi didampingi Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar secara resmi membuka Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (5/8/2018) malam. Pelita8/Rahmat Mirza

BANDA ACEH – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Prof Muhajir Efendi membuka secara resmi Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu malam (5/8/2018).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Prof Muhajir Efendi, dalam sambutannya, meminta maaf kepada seluruh rakyat Aceh karena Presiden Joko Widodo tak bisa hadir membuka langsung even PKA ke-7. Meskipun sebelumnya Presiden berencana membuka even terbesar yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali di Aceh.

“Kami menyampaikan permohonan maaf karena Bapak Presiden tidak bisa membuka acara ini. Sebenarnya saya datang ke Aceh hendak mendampingi bapak Presiden membuka acara ini,” kata Prof Muhajir Efendi saat membuka PKA ke-7 di Banda Aceh.

Ia mengaku baru mendapatkan kabar Presiden tidak bisa hadir tadi siang, karena ada beberapa agenda lainnya di Jakarta yang tak bisa ditinggalkan. Meskipun tak bisa hadir langsung pelaksanaan PKA-7 tidak mengurangi kemeriahaanya.

“Pak Presiden mengatakan tetap akan ke Aceh dalam waktu dekat untuk meresmikan proyek-proyek strategis nasional,” ujar Muhajir.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Prof Muhajir Efendi. Pelita8/Rahmat Mirza

Pada kesempatan itu, Mendikbud menyebutkan kebudayaan saat ini sudah mendapatkan tempat khusus. Pada tahun 2017 lalu, pemerintah telah mengeluarkan undang-undang nomor 9 tahun 2017 tentang kebudayaan.

Sehingga mulai tahun 2018 kebudayaan sudah mendapatkan alokasi dana khusus untuk melestarikan budaya yang ada di Indonesia. Diharapkan tahun depan kebudayaan akan menempati posisi yang strategis, karena sudah memiliki anggaran.

“Ini undang-undang sejak Indonesia merdeka, baru ini ada pertama kali. Jadi bapak Jokowi cukup peduli tentang kebudayaan,” pungkas Mendikbud. []

Comments

comments