BPOM Aceh Gelar Sosialisasi Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman

Kepala BPOM Aceh Zulkifli didampingi anggota DPR RI Tgk Khaidir memperlihatkan contoh obat yang tidak memiliki izin edar dari bpom, pada acara komunikasi, informasi dan edukasi di gedung knpi aceh utara, lhokseumawe, senin (19/2/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh, menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang obat dan pangan yang aman kepada masyarakat di gedung KNPI Aceh Utara di Lhokseumawe, Senin (19/2).

Kegiatan sosialisasi BPOM tersebut diikuti 500 orang peserta dari berbagai elemen dan masyarakat, seperti ibu PKK, tokoh masyarakat, Karang Taruna dan pelaku usaha.

Ketua panitia pelaksana kegiatan Cut Safrina Indriawati mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan membangun kesadaran kepada masyarakat tentang obat dan pangan aman.

Selain itu, dengan adanya kegiatan dimaksud diharapkan dapat meningkatnya kesadaran masyarakat tentang mengkonsumsi obat-obatan dan makanan. Serta dapat terjalinnya sinergitas antara masyarakat dan BPOM serta instasi lain terhadap pengawasan obat dan makanan.

Sementara itu, kegiatan yang berbentuk diskusi tersebut diisi oleh pemateri dari Kepala BPOM Aceh Zulkifli dan anggota DPR RI dari Komisi 9 Tgk.Khaidir Abdurrahman.

Tgk. Khaidir mengharapkan kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati didalam mengkonsumsi makanan yang berbahan pengawet dan juga didalam pengunaan bahan kecantikan. Karena selain berbahaya juga tidak baik untuk kesehatan, ujarnya.

kepala bpom aceh zulkifli memperlihatkan contoh obat yang tidak memiliki izin edar dari bpom, pada acara komunikasi, informasi dan edukasi di gedung knpi aceh utara, lhokseumawe, senin (19/2).

Sementara itu, Kepala BPOM Aceh Zulkifli menjeskan, bahwa didalam pengolahan bahan makanan banyak digunakan bahan pengawet dan bahan tambahan lainnya. Sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati di dalam mengkonsumsi bahan pangan.

“Sekarang banyak produk luar negeri yang tidak terdaftar di BPOM, Bahkan tidak ada izin edar, terutama dibidang kosmetik dan obat tradisional. Bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi dan menggunakan obat-obatan dan makanan, perlu memperhatikan produknya dan juga izin edar dari BPOM, agar tidak berdampak terhadap kesehatan, ingatkan Kepala BPOM Aceh tersebut,” ungkap Zulkifli.

Pada kesempatan tersebut, juga dipamerkan bahan obat-obatan dan juga alat kosmetik tradisional hasil pengawasan BPOM Aceh tahun 2017, agar dapat diketahui oleh peserta sebagai bahan edukasi.

Penulis : Rahmat Mirza
Editor  : Fazil