25 September 2018
redaksi pelita 8 (2814 articles)

BNPB Gelar Bimtek Wartawan Peduli Bencana di Aceh

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan materi saat bimbingan teknik (bimtek) wartawan dalam penanggulangan bencana di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (25/9/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

BANDA ACEH – Puluhan Wartawan media cetak, elektronik dan online di Aceh mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Wartawan Peduli Bencana (Wapena) yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Banda Aceh, 25-27 September 2018.

Bimtek Wapena dengan tema “Bersama Membangun Budaya Sadar Bencana” dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Sutopo Pujo Nugroho di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (25/9).

Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Pujo Nugroho mengatakan, bimtek wapena bertujuan untuk membuka wawasan dan pengetahuan tentang kebencanaan bagi para wartawan di Aceh dalam kaitannya dengan penanggulangan bencana.

Pentingnya keberadaan media atau wartawan melalui penulisannya dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.

Media memiliki peran penting dalam bencana, melalui media informasi mengenai bencana alam dapat tersebar ke berbagai penjuru dunia.

“Informasi mengenai jenis bencana, kapan terjadinya bencana, mengenai lokasi bencana, dampak, dan kebutuhan korban bencana tersampaikan melalui pemberitaan,” pungkas Sutopo.

Bimtek Wartawan yang dilaksanakan BNPB di Aceh kali ini diikuti 67 peserta yang merupakan utusan dari organisasi pers, yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI). Sedangkan, di luar organisasi pers, juga ada peserta dari Biro Humas Pemerintah Aceh, BPBA, dan Forum PRB Aceh.

Selain itu, bimtek wapena tersebut juga menampilkan sejumlah pemateri lainnya, seperti Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie (Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi), Kalak BPBA Teuku Ahmad Dadek (Penanganan Darurat dan Pascatsunami di Aceh), Jurnalis Harian Kompas, Ahmad Arif (Jurnalisme Peliputan Bencana), dan Fotografer Jurnalis dari Kantor Berita Agence France-Presse (AFP) Adek Berry.

Penulis : Rahmat Mirza
Editor  : Zielva

Comments

comments