2 April 2018
redaksi pelita 8 (2698 articles)

BNN Sita 44,7 Kg sabu & 58.000 Butir Ekstasi Diamankan, 1 Bandar Narkoba Ditembak Mati

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari dalam konferensi pers operasi pemberantasan narkoba selama empat hari di Kantor BNN Aceh Tamiang Senin (2/4/2018). Foto/IST

ACEH TAMIANG – Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai dan kepolisian wilayah Medan, Binjai dan Aceh melakukan operasi pemberantasan narkoba selama empat hari sejak Rabu (28/3/2018) hingga Sabtu (31/3/2018).

Dalam operasi tersebut tim berhasil menangkap 8 tersangka penyalahgunaan narkoba, seorang di antaranya meninggal dunia.

Tim juga berhasil menyita barang bukti narkotika berupa 44,7 kg sabu-sabu dan 58.000 butir ekstasi.

“Penangkapan ini berdasarkan laporan masyarakat yang diterima oleh pihak BNN bahwa diduga akan terjadi transaksi narkotik sabu dan ekstasi di Medan-Binjai-Aceh. BNN bersama Bea Cukai dan kepolisian melakukan operasi di 6 lokasi menangkap tersangka dan barang bukti. Dalam pengungkapan tersebut BNN bekerjasama dengan BNNP Sumut, BNNP Aceh, Polda Sumut, Polrestabes Medan, Polres Langkat dan Bea dan Cukai Langkat,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari dalam konferensi pers di Kantor BNN Aceh Tamiang, Senin (2/4/2018).

Menurut Arman, dari hasil analisa, penyelundupan narkoba selama ini, Medan dan Aceh merupakan salah satu titik masuk narkoba, antara lain melalui bandara, pelabuhan dan perbatasan dengan provinsi lainnya.

Untuk itu, BNN telah meningkatkan pengawasan melalui kegiatan interdiksi bandara, interdiksi pelabuhan dan interdiksi lintas batas.

“Ketujuh tersangka dijerat Pasal 114 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan acaman hukuman maksimal hukuman mati,” tegas Arman Depari.

“Setelah mendapatkan informasi dari BNN pusat bahwa kedua tersangka sedang berada di Kota Banda Aceh kemudian Tim BNNP melakukan penyelidikan. Tim BNNP Aceh melakukan penangkapan Murtala adalah pengendali jaringan tersebut lanjut melakukan pengembangan ke Kota Lhokseumawe,” ujarnya.

Bersama Bea Cukai dan kepolisian, BNN kemudian melakukan operasi di 6 lokasi dan berhasil menangkap tersangka dan barang bukti, dengan rincian:

1. Tersangka Khaerun Amri.

Ditangkap pada hari Rabu (28/3/2018) jam 16.00 WIB di Jl Raya Langkat Sumut.

Barang bukti yang berhasil disita berupa 2 bungkus narkotika jenis sabu-sabu seberat 1.077,8 gram.

Tim kemudian mengembangkan penyelidikan pada hari yang sama dan ditemukan barang bukti tambahan sabu-sabu seberat 16kg dan 58.000 butir pil ekstasi.

2. Tersangka Andy Syaputra ditangkap pada hari Kamis (29/3/2018) dan menyita barang bukti 20 kg narkotika jenis sabu-sabu.

3. Tersangka Rendy P. ditangkap, Kamis (29/3/2018) dan menyita barang bukti 20 kg narkotika jenis sabu-sabu.

4. Tersangka Mukhlis, dengan barang bukti berupa 1 unit mobil CRV.

5. Tersangka Zulkifli dan barang bukti KTP asli an Zulkifli dan alat komunikasi Hp.

6. Kamis (29/3/2018) pukul 16.40 WIB, BNN melanjutkan operasi ke TKP di Jalan Rama Setia, Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh.

Tim BNNP Aceh mengamankan dua orang pelaku buruan BNN pusat yang melarikan diri ke Banda Aceh. Mereka adalah Murtala dan Rizal.

Setelah mendapatkan informasi dari BNN pusat bahwa kedua tersangka sedang berada di Kota Banda Aceh, kemudian Tim BNNP melakukan penyelidikan.

Tim BNNP Aceh melakukan penangkapan Murtala yang merupakan pengendali jaringan tersebut. Tim kemudian melakukan pengembangan ke Kota Lhokseumawe.

Saat dalam perjalanan di Jalan Soekarno Hatta, tersanka melakukan perlawanan dan melarikan diri dengan cara membuka pintu mobil dan meloncat keluar dengan kondisi borgol terbuka.

Lalu petugas BNNP Aceh melakukan tindakan tegas terukur dilumpuhkan dengan tembakan.

Namun dalam perjalanan ke rumah sakit, Murtala meninggal dunia.

7. Tersangka Denni Saputra

Ditangkap pada hari Sabtu (31/3/2018) dengan barang bukti 7 kg narkotika jenis sabu-sabu. Jumlah total tersangka 8 orang, 1 di antaranya meninggal dunia atas nama Murtala.

Dalam operasi ini tim menyita barang bukti narkotika berupa 44,7 kg sabu-sabu dan 58.000 butir ekstasi.

Barang lainnya yang turut disita adalah kendaraan roda dua dan roda empat, dokumen-dokumen tabungan, ATM dan alat-alat komunikasi.

Turut di hadir Bupati Aceh Tamiang Mursil, Ketua DPRK Fadlon, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian, Dandim 0104/ Atim, Letkol (Inf) Muhammad Iqbal, Wakil Bupati Aceh Tamiang, T Insyafuddin, Kasdim 0117/Aceh Tamiang, Mayor (Inf) Aidul Yani dan Ketiga kepala BNNK Langsa, Lhokseumawe dan Pidie. (*)

Editor : R Mirza

Comments

comments