24 Juni 2016
redaksi pelita 8 (3376 articles)

BEM Fisip Unimal Kecam Rektor STKIP Bina Bangsa Meulaboh

BEM FISIP Unimal, Haris Munandar

Aceh Utara – Terkait skorsing terhadap dua mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bina Bangsa, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, atas nama Zulfitri (Mahasiswa Prodi PGSD Smester 8) dan Edy Azhari Pranata (Mahasiswa Prodi Matematika Semester 6), yang dilayangkan oleh pihak kampus pada tanggal 02 Juni 2016 lalu, disebabkan kedua mahasiswa dimaksud melakukan aksi menuntut menyangkut keterbukaan informasi publik di kampus STKIP Bina Bangsa Meulaboh.

Keduanya diskorsing oleh pihak kampus selama II (Dua) semester degan alasan adanya pelanggaran Kode Etik Mahasiswa yang dilakukan oleh Zulfitri dan Edy Azhari Pranata.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Malikussaleh (Unimal), Aceh Utara, Haris Munandar melalui pres rilis mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan keputusan pihak kampus tersebut yang melakukan skorsing terhadap kedua mahasiswa itu dalam aksi menuntut keterbukaan informasi.

Haris Munandar menambahkan, Rektor harus banyak mempelajari aturan serta Undang-Undang terkait keterbukaan informasi, dimana publik berhak untuk mendapatkan informasi secara terbuka tanpa penghalangan untuk kepentingan public itu sendiri.

“Pihak kampus setempat telah menutup hak berdemokrasi, kita mengecam keras atas keputusan tersebut, seharusnya Rektor mempertimbangkan dalam mengambil kebijakan, jangan serta-merta memutuskan keputusan sepihak dan tidak berimbang,”katanya Sabtu (24/6).

Lanjutnya, ini merupakan kebijakan yang sangat keliru dari pihak kampus tersebut, patut dipertanyakan apa tujuannya untuk menghalangi keterbukaan publik, tentu pihaknya telah melakukan pelanggaran terkait Undang-Undang No. 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Kita meminta pihak kampus STKIP Bina Bangsa, agar segera mencabut keputusan yang telah mengskorsing kedua mahasiswa tersebut, karena mereka mempunyai hak untuk meneruskan proses perkuliahan di kampus, sangat disayangkan hal serupa diperlakukan terhadap mahasiswa kampus sendiri, ungkap Haris Munandar. (Rilis)

Penulis : Zielva