Belajar Online di Nilai Kurang Efektif, Mahasiswa Unimal Bentuk Posko Belajar di Solok Sumatera Barat

Mahasiswa Unimal Mendampingi anak-anak belajar di Posko Belajar Siswa di salah satu desa dalam wilayah kabupaten Solok Sumatera Utara, Jum’at (20/11) – Foto : Andre

SUMBAR – Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe  sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) membentuk posko belajar bersama untuk siswa Sekolah Dasar (SD) hingga (SMA) di Kecamatan Sangir kabupaten Solok Selatan provinsi Sumatera Barat menyusul  terganggunya kegiatan belajar mengajar selama pandemic Covid-19.

Sistem belajar mengajar secara online (daring) yang diterapkan pemerintah selama ini dinilai kurang efektif karena banyak siswa yang tidak memiliki telepon genggam berbasis android dan gangguan jaringan interne khususnya di kawasan terpencil. Hal ini menjadi alasan utama Kelompok 10 mahasiswa KKN Unimal terdiri dari Andre (Ilmu Hukum),  Riska Mulya Shari (Ekonomi) dan Rifda Hayati Psikologi, membuat Posko belajar sebagai salah satu kegiatan KKN.

 “Posko ini untuk melengkapi kekurangan sistem belajar daring, sekaligus mengedukasi para siswa bagaimana cara belajar online secara efektif” ujar Andre. Jum’at (21/11)

Berbeda dengan dunia kampus yang menggunakan zoom atau google meets dalam proses belajar mengajar dimana mahasiswa bisa bertatap muka dengan dosen walaupun secara tidak langsung, pola belajar siswa tingkat SD-SMA di kecamatan Sangir hanya memanfaatkan grup whatapps, siswa diberikan materi untuk di tonton atau dibaca  lalu diberikan tugas, kondisi ini melemahkan motivasi belajar siswa.  Pola belajar seperti ini juga menyulitkan siswa memahami mata pelajaran eksakta (ilmu pasti) seperti matematika, fisika, atau kimia.

Kegiatan ini di sambut baik oleh para kepala desa setempat, kepala desa Lubuk Gadang Utara Khairul mengakui keberadaan mahasiswa Unimal KKN di kampungnya sangat membantu, karena memang banyak anak-anak di desa ini tidak memiliki telepon genggam berbasis android yang dapat mengakses internet sehingga tidak belajar dengan maksimal.

“ Walaupun singkat, kami berharap keberadaan mahasiswa ini bisa memberikan manfaat bagi anak-anak, karena selama ini memang proses belajar mengajarnya terhambat, selain tidak punya handphone, data internetnya juga lumayan mahal” tutup Khairul. [Ril/red]