7 September 2019
redaksi pelita 8 (3292 articles)

Begini Aktivitas Sejumlah Mahasiswa yang Mengabdi di Kuta Makmur

ACEH UTARA- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) membuat taman gizi di Gampong Krueng Seupeng, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Jumat 6 September 2019.

Program itu dilakukan mahasiswa Kelompok KKN 85 yang mengabdi di gampong setempat. Taman gizi merupakan lahan yang dimanfaatkan untuk ditanamkan sayuran dan tanaman obat. Mahasiswa melihat banyak lahan yang tidak terpakai atau dimanfaatkan bercocok tanam di gampong itu, sehingga mahasiswa KKN berinisiatif melakukan tanaman tersebut.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Pertanian Unimal, Khairul Anshar mengatakan, gampong itu memiliki banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman bergizi. Pemanfaatkan pekarangan juga merupakan pekerjaan yang mudah dan menyenangkan dan juga semua anggota keluarga dapat membantu mengelola pekarangan rumah seperti bisa ditanam bibit/benih sayuran, tanaman obat juga tidak sulit didapatkan.

“Tanaman obat keluarga yang ditanamkan mulai dari jahe, kunyit, sirih merah, dan binahong dan juga sayur-sayuran yang dapat dipanen dalam waktu singkat seperti kangkung, bayam, dan sawi,” kata Khairul.

Selain itu, mereka (mahasiswa KKN) juga membuat gapura pembatas gampong. Pembatas itu antara Gampong Krueng Seupeng dan Keuresek, Kecamatan Kuta Makmur.

Mahasiswa Fakultas FISIP, Sayuti mengatakan, gapura ini dibuat agar masyarakat mengetahui batasan dari wilayah gampong setempat, pendatang (tamu) pun akan lebih mudah mengetahui jalan menuju gampong tersebut. Selanjutnya, pihaknya juga membuat papan nama lorong dan dibuat untuk mencari tempat atau lokasi tertentu sehingga mudah dikenali oleh orang yang melihat papan nama tersebut, selain papan pengenal juga berguna untuk memperindah tempat yang ditunjuknya. 

Ia menambahkan, tanpa adanya papan nama maka orang-orang akan sulit untuk mencari tempat atau lorong di gampong itu.

Fatahilah, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengungkapkan, diharapkan dengan adanya papan nama lorong ini dapat membantu dan memberikan tanda bagi orang yang ingin mencari alamat/tempat.

Di samping itu, mahasiswa KKN itu juga melakukan sosialisasi mengenai wirausaha dalam pembuatan payet pakaian. Sosialisasi itu dilakukan guna memberitahu kepada kaum ibu tentang wirausaha dimaksud.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Intan Mutia, menjelaskan, payet biasa digunakan untuk hiasan pakaian yang dibuat begitu bervariasi dan tentunya sangat indah sehingga dapat memberi kesan tersendiri pada pakaian yang dihias dengan menggunakan payet tersebut. Biasanya Payet banyak digunakan pada baju kebaya, namun di sini payet yang digunakan memanfaatkan bahan yang dimiliki kaum ibu di Gampong Kreung Seupeng.

“Program pembuatan payet ini kami jalankan agar ibu-ibu di gampong dapat memanfaatkan bahan-bahan yang tidak terpakai yang ada di rumah dan bisa memperindah jilbab, pakaian maupun selendang yang dimilikinya. Ini juga memberi peluang bagi ibu rumah tangga untuk dapat berkarir di rumah dengan membuat payet serta dapat memberikan pemasukan dari penjualan yang dihasilkan tersebut,” ujar Intan.

Penulis: Humas Kelompok KKN 85, Wani Fitri
Editor : Iva

Comments

comments

makan jeruk