30 Agustus 2017
redaksi pelita 8 (2059 articles)

Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan Bawang Merah Ilegal dari India

Danlanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Muhammad Sjamsul Rizal bersama Kepala Bea Cukai Lhokseumawe Asep Munandar memusnahkan 2.662 karung bawang merah ilegal dari India hasil tangkapan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe di area Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Rabu (30/8/2017). Pelita8/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Lhokseumawe memusnahkan 2.662 karung bawang merah ilegal hasil tangkapan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe di area Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Rabu (30/8/2017). Pemusnahan bawang merah ilegal dari India tersebut dilakukan dengan cara ditimbun kedalam tanah supaya tidak bisa digunakan lagi.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe Asep Munandar didampingi Danlanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Muhammad Sjamsul Rizal mengatakan, bahwa pemusnahan bawang merah merupakan upaya lanjutan setelah keluarnya status penetapan barang tersebut menjadi Barang Milik Negara (BMN) serta telah terbitnya persetujuan pemusnahan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekakayaan Negara (DJKN) Banda Aceh.

“Bawang merah yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil sitaan aparat TNI AL dari KM Bahtera 99 di Alur Kuala Jambo Aye Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara pada 8 Agustus 2017 lalu. Untuk kapal kita menunggu bagaimana keputusan dari pihak terkait, apakah nantinya dimusnahkan atau dihibahkan ke masyarakat,” ujar Asep Munandar.

Ia menambahkan, awalnya bawang merah tersebut direncanakan dihibahkan untuk masyarakat. Akan tetapi, setelah dilakukan pengecekan terakhir, ternyata tidak bisa digunakan lagi dan sudah membusuk sehingga diusulkan untuk dimusnahkan, katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Wilayah Kerja Karantina Pertanian Lhokseumawe Cut Rakhmawaty kepada wartawan menjelaskan, bawang merah yang disita sudah dalam kondisi membusuk dan mengandung organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK)-A1.

“Bakteri tersebut sangat berbahaya bagi tanaman dan tidak kita temukan di Indonesia. Oleh sebab itu bawang-bawang ini harus segera dimusnahkan jangan sampai diambil oleh warga atau dikonsumsi, karena sangat berbahaya tidak hanya bagi tanaman juga bagi manusia,” ujar Cut Rakhmawaty.

Pemusnahan bawang merah ilegal tersebut dihadiri oleh Danlanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Muhammad Sjamsul Rizal, Kepala Kantor DJKN Banda Aceh, KPKNL Lhokseumawe, Karantina Kesehatan Pelabuhan, KSOP Lhokseumawe, PT Pelindo I Lhokseumawe, personil Bea Cukai Lhokseumawe, serta dari kepolisian setempat.

Penulis : Rahmat Mirza

Comments

comments