31 Mei 2018
redaksi pelita 8 (2741 articles)

Bank Indonesia Resmi Membuka Pekan GNNT Melalui SPBU di Lhokseumawe

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe Yufrizal menandatangani MoU pekan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dalam sistem pembayaran masyarakat yang dimulai dari 8 (Delapan) Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diwilayah setempat di Gedung Bank Indonesia Lhokseumawe, Kamis (31/5/2018).

LHOKSEUMAWE – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe resmi mencanangkan pekan gerakan nasional non tunai (GNNT) dalam sistem pembayaran masyarakat yang dimulai dari 8 (Delapan) Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diwilayah setempat.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe Yufrizal, mengatakan, GNNT Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 14 Agustus 2014, Bank Indonesia secara resmi mencanangkan “Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)”.

Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bank Indonesia dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah serta Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia sebagai komitmen untuk mendukung GNNT.

GNNT ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai, sehingga berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas yang lebih menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society/LCS) khususnya dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya.

Bank Indonesia terus berinisiatif untuk mendorong penggunaan non tunai dalam pembayaran. Jika dalam dua tahun terakhir, kami telah mendorong perbankan untuk menyediakan infrastruktur pembayaran non tunai di warung-warung kopi agar menerima pembayaran secara non tunai, kali ini kami dengan menggandeng Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Pertamina melakukan implementasi GNNT di SPBU wilayah Kota Lhokseumawe dan sekitarnya dalam wujud “Pekan Gerakan Nasional Non Tunai :Ayo Bayar Secara Non Tunai”.

Pekan GNNT ini akan dilaksanakan dari tanggal 31 Mei 2018 yaitu hari ini sampai dengan tanggal 8 Juni 2018. Selama berlangsung Pekan GNNT ini, masyarakat akan diberikan hadiah langsung untuk setiap transaksi dengan nominal tertentu yang dilakukan secara non tunai.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan semangat masyarakat untuk melakukan pembayaran secara non tunai. Kegiatan ini kiranya juga sejalan dengan program Pertamina yang menargetkan 12% Transaksi Non Tunai di SPBU. Pada tahun 2017 yang lalu, transaksi di SPBU Pertamina mendekati Rp.600T, 12% dati Rp.600T senilai Rp.72T, akan terjadi penghematan pencetakan uang yang besar, Kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe Yufrizal, Kamis (31/5/2018).

Pemilihan SPBU sebagai pilot project penerapan GNNT ini mempertimbangkan bahwa SPBU merupakan salah satu tempat perputaran uang terbesar di wilayah Kota Lhokseumawe. Dalam sehari, jumlah transaksi uang di SPBU dapat mencapai Rp.80jt-Rp200jt per hari.

Hal ini membuat SPBU menjadi tempat yang rawan tindakan kriminal pengedaran uang palsu, pencurian dan perampokan. Selain itu, pengisian BBM merupakan kegiatan yang rutin kita lakukan sehingga sangat cocok untuk menjadi pilot dalam hal membiasakan masyarakat melakukan transaksi secara non tunai.

Adapun Implementasi GNNT ini pada tahap awal dilakukan di 8 SPBU yang berada di Kota Lhokseumawe dan sekitarnya yaitu:
* SPBU Sofyan Hasan (Kota Lhokseumawe)
* SPBU Alue Purba Raya (Kota Lhokseumawe)
* SPBU H. Tarmizi (Cunda)
* SPBU Abad Jaya (Geurugok)
* SPBU Tuah Citra (Alue awe)
* SPBU Dharma Karya Sinergis (Blang Panyang)
* SPBU Mawaddah (Batuphat)
* SPBU Paloh Lada (Krueng Geukueh)

Diharapkan dengan dilakukannya “Pekan Gerakan Nasiona Non Tunai” dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tetang pembayaran non tunai dan manfaatnya sehingga masyarakat tidak lagi enggan melakukan transaksi secara non tunai. Kegiatan ini tentunya tidak berhenti sampai dengan 8 Juni 2018 namun akan terus berlaku.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe Yufrizal didampingi Wakil Walikota Lhokseumawe Muhammad Yusuf bersama Pihak Pertamina dan Pihak Perwakilan Bank, melihat kartu pembayaran nontunai saat peluncuran Gerakan Nasional NonTunai (GNNT) di salah satu SPBU Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (31/5/2018).

Sementara itu, Wakil Walikota Lhokseumawe Yusuf Muhammad mengatakan, mencermati pesatnya tegnologi dalam sistem pembayaran saat ini, Pemerinta kota Lhokseumawe sangat mendukung program GNNT yang diluncurkan BI sejak 2014 lalu, sehingga masyarakat lebih mengenal transaksi non tunai dengan manfaatnya.

“Kami Pemerintah kota Lhokseumawe tentunya tidak mau tergilas dengan kemanjuan zaman, kita harus mampu menyesaikan perkembangan dengan terkini salah satunya dengan pembayaran non tunai, pada kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada BI Lhokseumawe dan semua pihak yang mendukung kegiatan pekan GNNT terlaksana di kota Lhokseumawe yang nantinya dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat menjadi lebih baik“ ujar Yusuf Muhammad.

Pembukaan pekan gerakan nasional non tunai (GNNT) yang dimulai 31 Mei sampai 8 Juni 2018 dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Yusuf Muhammad, yang turut dihadiri 8 pemilik SPBU diwilayah kota Lhokseumawe. Pembukaan grand launching pekan GNNT, secara simbolis oleh Wakil Walikota Lhokseumawe melakukan pengisian bahan bakar mengunakan sistem pembayaran non tunai di salah satu SPBU di Kota Lhokseumawe. (*)

Editor : R Mirza

Comments

comments