4 Desember 2017
redaksi pelita 8 (2387 articles)

Banjir Aceh Utara Meluas ke 23 Kecamatan

“Ribuan Warga Mengungsi Kekurangan Sembako”

Banjir di Kabupaten Aceh Utara terus meluas hingga ke 23 kecamatan. Foto/IST

ACEH UTARA – Banjir di Kabupaten Aceh Utara terus meluas hingga ke 23 kecamatan setelah sebelumnya 19 kecamatan terendam. Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter. Sebanyak 6000-an warga mengungsi dan di sebagian titik kekurangan logistik.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar kepada portalsatu.com, Senin, 4 Desember 2017 sore.

Banjir yang melanda Aceh Utara terjadi karena meluapnya sejumlah sungai akibat tingginya curah hujan di Kabupaten Bener Meriah. Sungai yang meluap meliputi Krueng Pase, Krueng Keuretoe, Krueng Pirak, Krueng Peutoe, Krueng Jambo Aye, dan Krueng Buloh.

“Banjir terjadi sejak 1 Desember 2017. Awalnya hanya beberapa kecamatan, kemudian meluas menjadi 16 kecamatan, 19 kecamatan, hingga akhirnya Senin, 23 kecamatan. Untuk hari ini belum masuk,” ujar Munawar.

Munawar merincikan, banjir terjadi di Kecamatan Matangkuli, Seunuddon, Baktiya Barat, Baktiya, Kuta Makmur, Samudera, Lhoksukon, Langkahan, Sawang, Tanah Luas, Geureudong Pase, Muara Batu, Pirak Timu, Tanah Jambo Aye, Syamtalira Aron, Simpang Kramat, Nisam Antara, Lapang, Syamtalira Bayu, Tanah Pasir, Cot Girek, Banda Baroe dan Dewantara.

Kata Munawar, dengan peralatan perahu karet yang terbatas, pihaknya berhasil mengevakuasi warga dan harta benda korban banjir di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, dan Syamtalira Aron. Proses evakuasi dilakukan bersama TNI, Polri, SAR, RAPI, IPSM, Tagana, dan sejumlah pihak lainnya.

“Proses evakuasi cukup melelahkan, mengingat boat yang kita miliki hanya 4 unit, sangat terbatas. Sementara banjir hampir menyeluruh di Aceh Utara dengan wilayah yang sangat luas. Kami cukup kewalahan,” ucap Munawar.

Munawar menyebutkan, para pengungsi kini kekurangan sembako. Hingga saat ini, Senin sore, bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) belum ada.

Selama ini bantuan logistik yang mengalir untuk pengungsi merupakan bantuan dari Kantor Kecamatan dan Dinas Sosial Aceh Utara.

“Pihak BPBA hanya menanyakan data banjir dan meminta berbagai persyaratan untuk bantuan. Seharusnya proses pemberian bantuan dipermudah, mengingat ini bencana yang bersifat darurat.

Hingga saat ini (Senin sore) bantuan dari BPBD kosong, bahkan tidak ada personel yang dikirim. Semoga ini menjadi perhatian Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Hingga saat ini, intensitas hujan di Bener Meriah masih tinggi, jadi masih ada kemungkinan banjir meluas.

Data yang saya sampaikan ini masih bersifat sementara, sewaktu-waktu bisa berubah. Hingga saat ini masih banyak data yang belum masuk,” pungkas Munawar.

Sumber : Portal Satu

Comments

comments