5 Februari 2018
redaksi pelita 8 (2635 articles)

Bahan Makanan Masih Dominan Pengaruhi Inflasi di Lhokseumawe

ilustrasi

LHOKSEUMAWE – Bahan makanan masih dominan memberi andil inflasi di wilayah Kota Lhokseumawe pada awal tahun 2018. Berdasarkan catatan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Lhokseumawe menyebutkan bahwa kelompok bahan makanan pada bulan Januari 2018 mengalami inflasi sebesar 1,00 persen month-to-month (mtm).

Kepala KPw BI Lhokseumawe Yufrizal kepada wartawan, Senin (5/2) malam mengatakan, inflasi pada bulan sebelumnya mencapai sebesar 5,95 persen, inflasi utama bersumber dari komoditas bawang merah, beras, daging ayam ras, jeruk, dan cabai rawit.

“Peningkatan harga sejumlah komoditas dimaksud, dipengaruhi oleh berkurang pasokan bawang merah yang terjadi di pasar tradisional yang disebabkan oleh belum adanya panen bawang merah di beberapa sentra produksi wilayah Aceh, seperti Pidie dan Aceh Besar,” kata Yufrizal.

Tingginya harga sejumlah komoditas tersebut, selain diakibatkan oleh minim pasokan, juga dipengaruhi musim penghujan yang menyebabkan lahan tanaman padi beberapa daerah gagal panen akibat banjir yang menyebabkan inflasi pada komoditas beras.

“Jadi secara tahunan (year on year), inflasi yang diakibatkan oleh gejolak bahan makanan di wilayah kerja Lhokseumawe yang meliputi 10 kabupaten/kota mencapai sebesar minus 0,43 persen,” ujarnya.

Inflasi inti Januari 2018 tercatat sebesar 0,01 persen (mtm), menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai angka 0,29 persen atau secara tahunan inflasi inti mencapai sebesar 3,54 persen (YoY).

Terjadi inflasi komponen inti pada Januari, disumbang oleh komoditas sandang yaitu komoditas emas perhiasan yang disebabkan oleh kenaikan harga emas dunia.

Sedangkan inflasi komponen barang atau jasa yang ditetapkan oleh pemerintah (administered price) tercatat sebesar 0,23 persen (mtm), atau meningkat dari bulan sebelumnya hanya sebesar 0,20 persen (mtm) atau secara tahunan inflasi sebesar 7,15 persen (yoy).

Inflasi bulanan dari sisi administered price tercatat mengalami inflasi yang bersumber dari komoditas bahan bakar rumah tangga, kata Yufrizal lagi. (*)

Editor : Rahmat Mirza

Comments

comments