4 November 2018
redaksi pelita 8 (2860 articles)

Apel Relawan Sekolah Laut Tanam 3.000 Batang Pohon dan Bersih Pantai di Lhokseumawe

Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) M Sjamsul Rizal didampingi Kasrem 011/Lilawangsa, Dandim Aceh Utara 0103, Dan Satradar dan Kapolres Lhokseumawe menanam simbolis 3.000 batang pohon cemara dan ketapang di pinggir pantai Ujong Blang, kota Lhokseumawe, Minggu (4/11/2018). Melalui program kegiatan Sekolah Laut yang diikuti apel 1.000 peserta yang dilaksanakan oleh BNBP dengan tujuan mengurangi resiko bencana di pesisir pantai.

LHOKSEUMAWE – Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) melalui program kegiatan Sekolah Laut yang diikuti apel 1.000 peserta dengan tujuan mengurangi resiko bencana di pesisir pantai, ikut menanam pohon sebanyak 3.000 batang pohon cemara dan ketapang.

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan bola kaki Hagu Barat Laut tersebut, dibuka oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe Yusuf Muhammad dan dihadiri sejumlah unsur Muspida setempat.

Penanaman 3.000 batang pohon cemara dan ketapang yang dilakukan secara simbolis bertempat di Pantai Ujong Blang, Kota Lhokseumawe, Minggu (4/11).

Program itu melibatkan pihak Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero) TBBM Lhokseumawe, Universitas Malikussaleh (Unimal) melalui Center for Economic and Society Development (CESD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lhokseumawe.

Sebelum penanaman pohon itu dilakukan, dilaksanakan apel 1.000 relawan sekolah laut dalam rangka Gerakan Nasional Pengurangan Risiko Bencana (GNPRB), di lapangan bola kaki Gampong Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti, dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, mengukuhkan 50 relawan menjadi GNPRB Kota Lhokseumawe dari berbagai instansi.

Setelah kegiatan apel berlangsung, acara dilanjutkan dengan penanaman pohon di pinggir pantai yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe, bersama Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Muhammad Sjamsul Rizal, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, Kasrem 011/Lilawangsa Letkol Inf Sunardi Istanto, Dandim Aceh Utara Letkol Kav Fadjar WB, Dansat Radar 231 Lhokseumawe Mayor Lek Ardi Yunarko, Analis Mitigasi Bencana dari Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB Lilis Siti Mutmainnah, Staf Direktorat PRB BNPB, Ade Noviyani, serta diikuti oleh para relawan.

Usai dilakukan penanaman pohon, acara juga dilanjutkan dengan kegiatan pengutipan sampah di pinggir pantai wisata Ujong Blang oleh masing-masing kelompok relawan.

Wakil Wali Kota Lhokseumawe Yusuf Muhammad mengatakan, penanaman pohon itu bertujuan agar tepi pantai terhindari abrasi akibat hantaman ombak dan gelombang. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian pantai supaya dapat menarik perhatian para pengunjung.

“BNPB telah mempercayakan Kota Lhokseumawe untuk melaksanakan kegiatan sekolah laut dari 15 daerah lainnya di Indonesia pada tahun 2018. Kita berharap kepada BNPB ke depan untuk dapat menambahkan kegiatan serupa lainnya di Lhokseumawe, tentunya berkenaan dengan upaya pengurangan risiko bencana, kita siap menyambut kegiatan apa saja yang dilaksanakan oleh BNPB pada tahun 2019,” kata Yusuf Muhammad kepada wartawan usai penanaman pohon tersebut.

Analisis Mitigasi Bencana dari Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB pusat Lilis Siti Muthmainnah yang juga hadir dilokasi ikut menanam pohon secara simbolis menandakan kegiatan penanaman pohon pantai dalam acara apel relawan yang dilangsungkan di Pantai Ujong Blang Lhokseumawe, Minggu (4/11).

Sementara itu, Analisis Mitigasi Bencana dari Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB pusat Lilis Siti Muthmainnah yang juga hadir dilokasi penanaman pohon pantai ini menambahkan, kegiatan apel relawan dan penanaman pohon ini memiliki tujuan untuk memperkuat pemahaman semua pihak terhadap kegiatan pengurangan risiko bencana.

Kegiatan Gerakan Nasional Pengurangan Risiko Bencana (GNPRB) itu pihaknya bekerja sama dengan BPBD Lhokseumawe. “Sebenarnya giat ini sudah dilakukan sejak 2016, untuk tahun ini ada sekitar 15 kabupaten/kota di Indonesia yang dilaksanakan hal serupa,” kata Lilis.

“Kita mengharapkan dari BPBD sendiri untuk melanjutkan secara mandiri dalam hal pengurangan risiko bencana tersebut. Selain itu, ada komunitas sudah terbentuk melalui GNPRB yang akan mengawal untuk menjaga lingkungan pesisir pantai sekitar,” pungkas Lilis.

Penulis : Rahmat Mirza
Editor  : Zielva

Comments

comments