Pelita 8
Opini

Antara Tasawuf dan Jihad

Fauzan Hasyim Mahasiswa Pasca Sarjana Kuftaro University, Damaskus
Fauzan Hasyim Mahasiswa Pasca Sarjana Kuftaro University, DamaskusTak ada ulama Sufi yang berjihad

Mungkin ada yang berpikiran seperti itu, tapi mereka lupa dengan Salahudin dan Muhammad Al-Fatih, mereka itu adalah didikan ulama tasawuf sampai kedalam tulang.

Yah itu kan dulu, kalau sekarang? Umar Mukhtar, Tgk.Chik di Tiro, Syeikh Badrudin Al-Hasani, mereka semua siapa? Semua para sufi besar!!

Itukan zaman baheula, yang jaman sekarang maksudnya!! Memangnya yang mimpin Taliban menghadapi Uni Sovyet di Afganistan siapa? Mula Al Mujaddidi itu mursyid Naqshabandi!!

Usai melawan Uni Soviet di Afganistan dan pertempuran disana berubah menjadi perang saudara merekapun meninggalkannya. Karena bagi mereka perang sesama muslim bukanlah jihad, sama dengan perjuangan Imam Syamil di Cehcnya mereka semua orang tasawuf.

Lalu bagaimana dengan yang terjadi di negara Arab sekarang kenapa semangat jihad mereka seperti mati? Bahkan ulama sufi disana sangat keras menentang orang-orang yang mengangkat senjata melawan kezaliman?

Karena mereka menganggap itu bukan jihad, angkat senjata terhadap sesama muslim malah membuat keadaan tambah runyam, dan kerusakan tambah parah, Kezaliman bukanya berkurang malah makin parah, lihat saja yang terjadi di beberapa negara yang sedang dilanda perang saudara di Arab dan Asia Selatan, keadaan pasca perang disana makin membaik atau sebaliknya? kezaliman makin berkurang atau bertambah. Yah, kita memang setuju mereka memang zalim, tapi jihad versi terbaru yang akhirnya membuat perang saudara ini malah membuat kezaliman merajalela!!

Lalu apakah kita hanya diam dengan kezaliman dan keganasan mereka? tentu saja tidak!! Islam selalu punya solusi untuk semua masalah, solusinya ada dalam pembahasan daf’u sail (membela diri atau melindungi hak-hak kita) bukan bab jihad.

Kalau jihad dengan kafir, maka daf’u sail itu untuk muslim atau bukan muslim, bahkan dengan saudara kita sendiri. Kalau ada orang yang mau membunuh kita membela diri, kalau cukup melindungi diri dengan melumpuhkannya, maka hukumnya haram kalau membalas berlebihan sampai membunuhnya, itupun dengan syarat jangan sampai untuk membela satu orang maka akan dibantai satu kampung karena disini mudharatnya makin besar.

Begitu juga dengan pemimpin yang zalim, kalau mereka mengebom daerah kita, maka kita harus menghentikannya, kalau butuh senjata maka dengan senjata. Kalau harus membunuh tentara? Ya kalau dengan membunuh mereka, baru mau berhenti ya lakukan, tapi kalau cukup dengan membuat perjanjian damai? maka haram hukumnya membunuh, karena ini sudah berlebihan!! apalagi kalau sampai ingin menurunkan pemerintah yang sah, ini malah membuat perang makin berlarut, ini udah keluar dari hukum membela diri dan tujuan awal ini sudah menjadi bughat yang di haramkan dan ini murni politik.

Jadi sekarang sudah tau kan kenapa ulama sufi tidak mau berjihad kepada sesama muslim, bukan cuma karena persenjataan terbatas tapi memang mereka menganggap itu bukan jihad, lalu bagaimana dengan Daf’u Sail? Apakah para ulama sufi melakukannya? Tentu, di Suriah dan Iraq banyak kok kaum sufi bersenjata, seperti tentara Kurdi di Hasakeh, beberapa perlawanan di Rif Damaskus, tapi yang mereka lakukan hanya sebatas Daf’u Sail dan tidak berubah menjadi teror hingga membunuh orang-orang tidak bersalah seperti yang dilakukan mereka yang mengaku “mujahidin versi sendiri”
.
Begitu ada tawaran damai “Hudnah” mereka langsung menerima, terserah kalian mau perang memperebutkan posisi “imam” tapi jangan ganggu kami. Begitulah perjuangan kaum sufi dalam melawan kezaliman. Dan mereka berusaha menguranginya dengan kerugian seminimal mungkin, dan ini cukup sukses dan hari ini dan detik ini perjuangan kaum sufi ini terbukti dilapangan dimana daerah mereka relatif aman karena ada perjanjian dengan pihak yang bertikai, jadi bukan hanya jual mimpi surga yang sangat indah padahal dilapangan keadaan malah makin kacau tanpa kejelasan kapan akan selesai.

Jadi bukan ulama sufi tidak mau berjihad, tapi mereka tidak mengangap itu jihad, sejarah mencatat sejak 1000 tahun yang lalu hampir tidak ada jihad yang beneran jihad kecuali para ulama sufi berada dibarisan paling depan dan tentu saja setelah menimbang dengan ilmu fiqh dengan 4 mazhab dan pendapat yang mu’tamad bahwa itu beneran jihad bukan karena emosi, kasihan, atau pandangan politik tertentu. Wallahua’lam.

Penulis : Fauzan Hasyim
Mahasiswa Dakwah dan Jurnalistik
Program Pasca Sarjana Kuftaro University, Damaskus
Editor  : ZulSyarif

Comments

comments

Related posts

REVOLUSI PENDIDIKAN NEGERI DI ATAS AWAN, MUNGKINKAH ?

redaksi pelita 8

Inventorku Tak Seberuntung “Si Listrik Kedondong”

redaksi pelita 8

FORBES Jangan Membuat Rakyat Aceh Terluka

redaksi pelita 8