22 Februari 2018
redaksi pelita 8 (2598 articles)

Adakan Seminar Kemaritiman, Unimal Hadirkan Letkol Ade Prasetia

Palaksa Lanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Ade Prasetia saat menjadi keynote speaker pada acara seminar kemaritiman “Membangun Kembali Peradaban Maritim Nusantara” di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Kamis, (22/2/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

LHOKSEUMAWE – Universitas malikussaleh (Unimal) kembali mengadakan kegiatan seminar kemaritiman dengan menghadirkan Palaksa Lanal Lhokseumawe di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Kamis, (22/2).

Seminar ini mengusung tema “Membangun Kembali Peradaban Maritim Nusantara”. Kegiatan ini menghadirkan pembicara Letkol Laut (P) Ade Prasetia, dr Malahayati, dr Faisal dari Akademisi Unimal.

Rektor Universitas Malikussaleh Prof Apridar dalam sambutannya mangatakan, sejarah perkembangan maritim di Indonesia telah dikenal sejak dahulu dan menjadikan orang-orang Indonesia sebagai pelaut ulung dengan beribu pulau di nusantara.

“Maritim memiliki potensi penting dan strategis terhadap perkembangan ekonomi, wisata dan juga pertahanan dan lain sebagainya. Ini saat nya semua pihak memberikan kontribusi untuk kemajuan masyarakat pesisir, dan menjadikan indonesia sebgai poros maritim dunia,” ungkap Prof Apridar.

Palaksa Lanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Ade Prasetia saat menjadi keynote speaker pada acara Seminar Kemaritiman di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Kamis, (22/2/2018). Pelita8/Rahmat Mirza

Sementara itu, Palaksa Lanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Ade Prasetia mengatakan, bahwa pada masa lalu maritim memegang peranan penting, baik sebagai sarana transportasi dan perdangangan.

Akan tetapi, pada masa sekarang maritim bukan lagi dilihat dari segi transportasi perdangangan semata. Akan tetapi lebih luas lagi, juga meliputi berbagai potensi yang ada. Mulai dari wisata, perdangangan, sumber pangan, sumber energi dan juga sarana transportasi serta pertahanan.

“Bahwa diwilayah perairan Indonesia setiap tahunnya dilayari oleh 70 ribu kapal. Masing-masing lokasi di Indonesi memiliki titik strategis dalam alur pelayaran dunia,” kata Letkol Ade.

Oleh karena itu, diantara gugusan pulau Indonesia terdapat banyak pulau terluar dan terdepan. Untuk mengoptimalkan potensi maritim tersebut, salah satunya adalah dengan membenahi dan memaksimalkan potensi pulau terdepan sebagai salah satu upaya menggali potensi maritim Indonesia.

“Diantaranya dengan pengembangan pelabuhan, memberdayakan masyarakat pesisir dan juga pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), mengembangkan ekowisata dan budaya serta lain sebagainya yang menjadi pendukung kemajuan maritim kita,” ungkap Ade Prasetia.

Indonesia memiliki luas laut dan garis pantai terpanjang di asia jika di bandingkan dengan negera lain. Akan tetapi pada kenyataannya, Indonesia masih kalah dengan malaysia dan singapura dalam hal persaingan di bidang kemaritiman.

Hal itu, dikarenakan kurangnya pemahaman, bahwa kemaritiman merupakan suatu hal yang sangat strategis. Sehingga cara beripikir tentang maritim harus diubah agar bisa bersaing dengan negara lain dalam persaingan poros maritim dunia. Sehingga potensi dan nilai strategis maritim Indonesia dapat digarap secara optimal, sebagaimana kejayaan maritim yang pernah terbangun di nusantara, pungkas Letkol Laut (P) Ade Prasetia.

Penulis : Rahmat Mirza
Editor  : Fazil

Comments

comments