ACT Salurkan 50 lembu Qurban di Aceh

gambar ilustrasi

LHOKSEUMAWE– Dengan semangat menyatukan bangsa, tahun ini program Global Qurban Aksi Cepat Tanggap (GQ-ACT) mengusung tema “Indonesia Berqurban”, untuk mengajak masyarakat bersatu dalam kebahagiaan qurban yang universal.

Vice President ACT, Iqbal Setyarso mengatakan, gerakan Indonesia Berqurban diharapkan mampu meredam berbagai isu disintegrasi bangsa yang tengah menghantui Indonesia saat ini.

“Qurban dalam Islam merupakan salah satu bentuk dan wujud kesempurnaan Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Qurban membawa rahmat universal untuk semua manusia. Tanpa tersekat batas geografis atau perbedaan ras dan suku bangsa,” kata Iqbal dalam konferensi persnya di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (24/08).

Dituturkan Iqbal Setyarso, tahun 2016 lalu, GQ sukses mendistribusikan hewan qurban ke seluruh penjuru Indonesia serta 31 negara lainnya. Tahun ini, GQ masih akan menyapa seluruh provinsi di Indonesia sekaligus 40 negara pra-sejahtera dan yang terpapar konflik kemanusiaan.

Khusus untuk Aceh, tahun ini ACT bekerjasama dengan sebuah NGO dari Turki, Turkiye Diyanet Vakvi (TDV) akan menyalurkan 50 lembu qurban untuk didistribusikan kepada anak yatim dan fakir miskin di seantero Aceh. Wilayah distribusinya meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe hingga Simeulue,

“50 lembu qurban dari masyarakat Turki yang disalurkan melalui cabang ACT Aceh menunjukkan bahwa Aceh sangat disayang oleh masyarakat Islam dunia. Dan ini juga kebenaran janji Allah ketika kita menolong maka kita akan ditolong. Sebagaimana kita ketahui bahwa beberapa bulan yang lalu, masyarakat Aceh dengan bergotong royong telah mengirim puluhan ton beras untuk menolong krisis kelaparan di Somalia.” Ujar Husaini Isma’il, Kepala Cabang ACT Aceh di Banda Aceh.

Qurban Untuk Muslim Rohingya

Implementasi qurban tahun ini, ACT juga kembali mencanangkan untuk mendistribusikan qurban masyarakat Indonesia kepada muslim Rohingya yang kembali mengalami pembantaian keji oleh rezim militer Myanmar. Disamping qurban, ACT juga secara berkesinambungan terus menyalurkan bantuan kepada muslim Rohingya yang terusir dari tanahnya sendiri, berupa bantuan pangan, peralatan medis dan bantuan pendidikan untuk anak-anak pengungsi Rohingya.

Dalam waktu dekat ACT juga akan menggarap bangunan shelter untuk tempat tinggal sementara muslim Rohingya yang baru saja menjejakkan kaki mencari suaka hidup di Bangladesh.

“Saatnya wujudkan bantuan terbaik demi ringankan penderitaan saudara-saudara kita para etnis Rohingya dengan aksi nyata. Harta, jiwa, tenaga dan do’a, sangat mereka butuhkan. Semoga, tiap bulir keikhlasan yang terpancar dari rasa kepedulian terhadap saudaranya, kelak manisnya akan kita petik di surga-Nya,” kata President ACT Ahyudin di Kantor ACT, Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan.

Penulis : M.Alwi