8 Bulan Tak Dibayar Gaji, Pekerja Demo PT PBAS di Depan Pintu Eks Kilang Arun

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 53 pekerja PT Mitra Agung Indonesia Infrastruktur, selaku perusaham sub kontrak dari PT Patra Badan Arun Solusi (PBAS) di proyek revitalisasi terminal LPG Arun, berdemo di depan gerbang eks PT Arun, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Kamis (8/7/2021) .

PBAS tersebut perusahaan yang sedang melakukan revitalisasi terminal LPG Arun di lahan eks PT Arun.

Aksi mereka untuk menuntut gaji yang belum dibayarkan, sudah delapan bulan.

Aksi pendemo berorasi didepan pintu gerbang dan membawa sejumlah spanduk dan juga peralatan masak bekas.

Saat para pendemo terus berorasi, tiba di lokasi Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A Manaf, beserta dua anggota DPRK, Fasial dan Sudirman.

Selanjutnya, perwakilan pendemo, Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A Manaf melakukan pertemuan dengan Site Manajer Project Revitalisasi Terminal Elpiji Arun PT PBAS, Salman.

Hasil dari pertemuan tersebut, pihak PBAS akan memberi jawaban pada awal Agustus 2021, terkait tuntutan pendemo.

Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A Manaf mengatakan, sangat menyayangkan adanya kejadian seperti. Upah pekerja yang tidak dibayar.

Sedangkan dalam persoalan ini, meskipun pekerja bekerja di perusahaan subkon PBAS, tetap menjadi tanggungjawab PBAS untuk membayar gaji mereka.

Ismail juga mengatakan, PBAS saat melakukan pekerjaan di Lhokseumawe, tidak melapor ke Dinas Ketenagakerjaan.

Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor 19 Tahun 2012, tentang syarat-syarat penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain.

“Jadi kita minta awal Agustus 2021 ini adanya kepastian gaji dibayar. Bila tidak dibayar, maka kami dari lembaga dewan akan terus berjuang sesuai aturan yang berlaku sampai pekerja menerima haknya,” tegas Ketua DPRK, Ismail.

Manajer Project PBAS Salman, dalam pertemuan tersebut, mengaku terus berkomunikasi dengan pimpinan di Jakarta. Awal Agustus 2021 akan diberi informasi lanjutan, sikap PBAS terhadap persoalan ini, kata Salman.

Sementara, Agus Muhadar perwakilan pekerja menjelaskan, gaji tidak dibayar sejak Juli 2020 hingga Maret 2021. “Sudah beberapa kali adanya pertemuan, tapi tidak ada hasil. Makanya kami berdemo. Tuntutan kami cuma satu, gaji kami segera dibayar,” tegasnya. []