15 November 2018
redaksi pelita 8 (2894 articles)

7 Warga Tambon Baroh Diduga Terpapar Amonia Dilarikan ke RS, Ini Kata Pihak PT PIM

7 Warga Tambon Baroh Diduga Terpapar Amonia saat dirawat di RS Prima Inti Medika (PIM), Kamis (15/11/2018).

 

ACEH UTARA – Diduga terhirup amonia dari PT Pupuk Iskanda Muda (PIM), tujuh orang warga Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, mengalami pusing, mual dan sesak nafas. Warga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Prima Inti Medika sekitar pukul 18:40 WIB, Kamis  (15/11).

Manager Humas PT PIM Zulfan Effendi mengatakan, pabrik tidak beroprasi selama satu bulan karena sedang ada perbaikan tahunan. Pihak PIM, kata Zulfan, akan mencari penyebab terjadinya tersebut dengan berkoordinasi pada teknisi lapangan.

“Berdasarkan pencatatan, jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis awal sebanyak 33 orang. Sementara yang membutuhkan penanganan medis lanjutan tujuh orang, terdiri dari empat perempuam dewasa, satu pria dewasa dan dua orang anak-anak,” ujar Zulfan Effendi.

Ia menjelaskan, korban yang dibawa ke rumah sakit adalah Mulyani (23), Habsah Abdullah (50) tahun, Sya’dam (48), Edi Suwandi (31), Ade Purwati (25), Rajul (4) dan Aqila (1,5). Setelah diperiksa dan diberi obat-obatan, semua pasien diperbolehkan pulang oleh dokter.

Zulfan membantah peristiwa tersebut akibat kebocoran amonia PT PIM. Menurut dia, saat ini pabrik pupuk itu dalam keadaan tidak beroperasi karena sedang dilakukan perbaikan tahunan (TA). Dalam rangka perbaikan tahunan tersebut juga dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi seluruh peralatan pabrik.

Dia mengatakan, salah satu bentuk pemeriksaan kondisi peralatan itu dengan cara memeriksa tangki amonia. Pemeriksaan ini baru dapat dilakukan saat perbaikan TA. Namun sebelum pemeriksaan dimaksud, harus dilakukan pengosongan tangki.

“Terhadap sisa amonia yang berada di dalam tangki, dilakukan pengenceran dengan air sebelum dialirkan ke kolam penampungan limbah untuk dilakukan penetralisir. Proses itu (netralisasi) yang disalurkan ke kolam tersebut dengan cara sirkulasi, dan proses sirkulasi itu terdapat bau amonia yang terbawa oleh angin dan tercium sesaat oleh masyarakat yang bermukim di perbatasan dengan pagar pabrik PIM,” kata Zulfan.

Menurut Zulfan, petugas bidang lingkungam hidup (LH) PIM langsung melakukan pemeriksaan lingkungan setelah mendapatkan informasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata dia, saat itu kadar amonia di bawah ambang batas, pungkasnya. (RM)

Comments

comments