8 Juli 2017
redaksi pelita 8 (2313 articles)

38 Biro Perjalanan Asal Malaysia Promosikan Pariwisata Aceh

Pelita8.com@

BANDA ACEH – Sebanyak 38 perwakilan agen dan biro perjalanan wisata yang terdiri dari 36 orang asal Malaysia, serta satu orang dari Batam dan Medan melakukan “familiarization trip” (fam-trip) ke Aceh selama tiga hari, 7-9 Juli.

Dalam sambutannya, Reza menyebutkan bahwa kunjungan 38 peserta fam-trip yang umumnya berasal dari Malaysia menjadi salah satu indikator penting bahwa industri pariwisata Aceh yang sedang bangkit pascatsunami sungguh diperhitungkan oleh pelaku industri pariwisata di luar negeri, khususnya Malaysia sebagai salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Aceh.

“Kunjungan 38 agen dan biro perjalanan dalam rangka fam-trip ke Aceh tidak hanya menjadi kado istimewa bagi Aceh pascalebaran Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah dengan mempromosikan paket wisata “Pesona Idul Fitri di Aceh” media untuk mempromosikan berbagai daya tarik wisata Aceh lainnya,” katanya.

Reza juga mengatakan kedatangan agen dan biro perjalanan ini juga menjadi momentum untuk membuktikan kepada pelaku industri pariwisata Malaysia bahwa Aceh layak untuk dikunjungi oleh siapun sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman dan menarik.

“Kita akan terus membangun industri pariwisata Aceh dan menjadikan negara-negara ASEAN, khususnya Malaysia sebagai salah satu pasar utama wisatawan ke Aceh dan melakukan berbagai upaya pembangunan industri pariwisata, khususnya dalam pengembangan sektor 3A meliputi Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan wisatawan,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani juga menambahkan, adanya kegiatan sejenis fam-trip dari wisatawan mancanegara ini juga menjadi bagian dari pendukungan program Kementerian Pariwisata dalam mewujudkan angka 20 juta kunjungan wisman ke Indonesia di tahun 2019.

“Kehadiran peserta fam-trip dari Malaysia ke Aceh diharapkan tidak hanya berdampak positif dalam membangun pencitraan positif tentang Aceh sebagai destinasi wisata halal dunia, namun juga menjadi tren positif bagi pariwisata di Indonesia,” ujar Rahmadhani.

Editor : MS

Comments

comments