14 November 2019
redaksi pelita 8 (3346 articles)

3 Pelajar Ditangkap Polisi, Karena Terlibat Aksi Jambret di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe membekuk tiga pelajar yang masih berusia di bawah umur, karena terlibat perkara jambret, pemerasan dengan ancaman kekerasan terhadap pengendara sepeda motor, pada 5 November 2019.

Ketiga pelaku itu berinisial AE (16), MK (16) masih pelajar dan MSP (16) eks pelajar. Ketiganya warga Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang mengatakan, berdasarkan laporan korban kasus dugaan pemerasan dan ancaman kekerasan yang dilakukan ketiga tersangka itu pada Selasa, 5 November 2019 sekitar pukul 23.00 bertempat di Jalan Medan Banda Aceh desa meunasah meu kandang Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe.

Kasus itu bermula saat salah seorang wanita yang merupakan korban bersama temannya sedang pulang dari Kota Lhokseumawe dengan mengenderai sepeda motor jenis Honda Vario. Korban masuk ke SPBU Cunda untuk mengisi minyak sepeda motornya. Lalu korban melanjutkan perjalanan pulang menuju wilayah Aceh Utara.

“Saat korban bersama temannya tiba di tikungan depan Polsek Muara Dua, tiba-tiba mereka diserempet oleh pelaku dan disuruh berhenti. kemudian pelaku meminta uang kepada korban, namun korban hanya memberikan Rp40 ribu saja. Karena merasa tidak cukup, kemudian pelaku mengancam korban jika tidak diberikan uang lagi akan menusuk korban,” kata Kasat Reskrim saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (14/11/2019).

“Karena merasa ketakutan, korban ini langsung mengeluarkan dompet, lalu mengeluarkan uang Rp100 ribu. Kemudian pelaku merampas dompet korban dan mengambil seluruh uang milik korban Rp500 ribu,” ujar Indra.

Ketiga tersangka tersebut, kata Indra, berhasil ditangkap pada Kamis, 7 November 2019 di kawasan Kecamatan Muara Dua. Selain itu, kejadian yang sama sebelumnya juga dilakukan ketiga tersangka di kawasan Gampong Paya Punteut, SPBU Lido, Kecamatan Muara Dua. Di SPBU itu mereka sudah dua kali melakukan aksinya.

Sejak Maret 2019 pelaku melakukan aksinya selalu bertiga dan mereka menggunakan uang itu untuk keperluan pribadi. Saat ini kita belum menemukan indikasi penggunaan narkoba dari ketiga tersangka tersebut,” ujar Indra.

Salah seorang  pelaku, MSP (16) mereka melakukan aksi jambret itu, untuk bermain futsal, dan perbuatan tersebut sudah dilakukan sebanyak tiga kali. “Uang ini kami pakai untuk main Futsal, bukan berjudi ataupun narkoba,” ujarnya kepada awak media.

Sementara orangtua mereka sendiri tidak mengetahui kalau mereka berprofesi sebagai Jambret. Ditanya mengapa berani melakukan aksi pemerasan dengan kekerasan, MSP tidak merespons. “Saya menyesal,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga pelaku dijerat pasal 368 Ayat 1 KUHP Jo UU RI Nomor 11 tahun 2012 tentang system peradilan pidana anak. Dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Barang bukti yang diamankan, satu sepeda motor jenis Yamaha Lexy warna merah maron tanpa pelat milik tersangka. Akibat perbuatannya mereka dikenakan Pasal 368 Ayat (1) KUHP Jo UU RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara. []

Comments

comments

makan jeruk