20 September 2016
redaksi pelita 8 (2860 articles)

1 November, ‎Kereta Api Perintis Aceh Kembali Beroperasi

Rombongan PT KAI Divre 1 Sumatera Utara, selesai melakukan sosialisasi pengoperasian Kereta Api kepada masyarakat lingkungan setempat, dilanjutkan melihat persiapan sebelum di resmikan gerbong KA 1 November 2016, di stasiun Krueng Geukueh, Aceh Utara, Selasa (20/9/2016). Pelita8/R.Mirza

ACEH UTARA – PT KAI Divre 1 Sumatera Utara, menggelar sosialisasi pengoperasian Kereta Api (KA) Perintis Aceh jenis KRDI-3 08210 di Aula Kantor Camat Dewantara, Aceh Utara, Selasa (20/9).

Acara Sosialisai Pengoperasian KA Perintis Aceh turut dihadiri, dari Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Sumbagut Iskandar, Deputy Vice Presiden (DVP) PT KAI Divre 1 Sumatera Utara Takdir Santoso, Kepala Humas PT KAI Drive 1 Sumatera Utara Rapino, unsur Muspika Dewantara dan Muara Batu, serta Geuchik Se-Dewantara, Geuchik daerah Stasiun Bungkah, Geuchik daerah Stasiun Krueng Mane, serta Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat dilingkungan yang akan dilintasi Kereta Api.

Kasi Lalu Lintas, Sarana dan Keselamatan Perkeretaapian Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara, Iskandar mengatakan, Kereta Api Perintis Aceh, akan dioperasikan kembali mulai 1 November 2016, insyaAllah akan diresmikan oleh Menteri Perhubungan.

“Pihaknya juga telah memperbaiki beberapa sarana yang rusak, seperti memperbaiki bantalan rel, pemugaran stasiun dan hal yang lainnya di anggap penting untuk rute Kereta Api. Mengenai jadwal keberangkatan tiap harinya akan berkordinasi kembali dengan Pemerintah Daerah, yang jelas pada bulan November mendatang sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat Aceh,” kata Iskandar.

Rombongan PT KAI Divre 1 Sumatera Utara, melihat bantalan rel Kereta Api di stasiun Krueng Geukueh, Aceh Utara, Selasa (20/9/2016). Pelita8/R.Mirza

Mengapa dengan lintas pendek ini kita opersikan, targetnya untuk memperkenalkan ke masyarakat Aceh, inilah buktinya Pemerintah Pusat memberikan perhatian yang lebih, sudah mulai konsen membangun Aceh. “Bahwa di Aceh dulu itu termasuk jalur Kereta Api terbesar nomor dua di Indonesia. Namun hilang perlahan lahan, mungkin kegunaan KA waktu sebelum merdeka, digunakan oleh Belanda untuk perang,” ujarnya.

Sejak Indonesia merdeka, kita tidak ada perang lagi, sehingga perawatan dan pengoperasian KA tersebut membutuhkan biaya yang besar dan anggarannya tidak cukup. Jadinya tahun 1974 pengoperasian Kereta Api tersebut habis di aceh. “Jadi itu lah yang mau kita sampaikan lagi ke masyarakat Aceh , bahwa di Aceh itu akan kita bangunkan Kereta Api kembali. Sehingga, Aceh dan wilayah lainnya setara, tidak ada anak tiri dan anak kandung lagi,” papar Iskandar.

Rute yang digunakan dari Stasiun Krueng Geukueh, Stasiun Bungkah dan Stasiun Krueng Mane, berjarak 11,35 kilometer. Sebelumnya, pada tahun 2013 lalu KA dengan jurusan Krueng Geukuh, Bungkah dan Krueng Mane sempat beroperasi. Namun selang waktu tahun 2014 jasa transpotasi itu mulai tidak beroperasi. Direncanakan jalur KA tersebut sedang dipersiapkan dari Stasiun Krueng Geukueh sampai Stasiun di wilayah Kabupaten Bireuen dengan jarak tempuh 60 kilometer, pungkasnya.

Penulis : R.Mirza

Comments

comments